BogorOne.co.id | Yogyakarta – Polresta Yogyakarta menetapkan 14 tersangka baru dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta. Dua di antaranya merupakan satpam dan petugas kebersihan yang diduga mengetahui praktik kekerasan terhadap anak, tetapi tidak melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Keduanya dikenakan unsur membiarkan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Yogyakarta Ipda Apri Sawitri, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut Apri, seseorang yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana terhadap anak wajib melaporkannya kepada kepolisian. Ia mengatakan ancaman pidana bagi pihak yang membiarkan tindak pidana terhadap anak sama dengan pelaku yang melakukan kekerasan.
Selain satpam dan petugas kebersihan, polisi juga menetapkan 10 pengasuh dan dua orang dari unsur pengelola daycare sebagai tersangka baru. Dengan penambahan tersebut, total tersangka dalam perkara ini menjadi 27 orang, naik dari sebelumnya 13 tersangka.
Apri mengatakan sebagian besar tersangka baru merupakan pengasuh yang bertugas mendampingi anak sejak kelas bayi hingga taman kanak-kanak. Total pengasuh yang kini berstatus tersangka mencapai 21 orang.
Meski telah berstatus tersangka, ke-14 orang tersebut belum ditahan. Polisi masih melakukan pemeriksaan lanjutan sebelum memutuskan langkah penahanan.
“Untuk 14 tersangka ini masih kami lakukan pemeriksaan. Soal penahanan akan diputuskan setelah dilakukan gelar perkara oleh penyidik,” ujar Apri.
Polisi menyatakan penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya tambahan tersangka baru. Hingga kini, jumlah anak yang telah terdata sebagai korban mencapai 144 orang.
Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sekitar 60 anak lainnya pada pekan depan. Dengan tambahan itu, jumlah korban diperkirakan melebihi 200 anak.
Apri mengatakan pemeriksaan korban sempat ditunda karena penyidik memprioritaskan proses penetapan tersangka agar tidak terkendala batas waktu penahanan.
“Saat ini korban yang sudah diperiksa sebanyak 144 anak dan masih akan bertambah,” kata dia.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post