BogorOne.co.id | Kota Bogor – Upaya melestarikan sekaligus memperkuat kapasitas seni tradisi berbasis kearifan lokal terus dilakukan melalui sinergi antara dunia akademik dan komunitas seni. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung bersama Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) di Sanggar Getar Pakuan, Kota Bogor.
Program yang digagas oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) ini melibatkan para dosen, mahasiswa, serta anggota sanggar dalam kegiatan pelatihan, penciptaan karya tari, dan pendampingan promosi seni berbasis digital.
Guru Besar ISBI Bandung selaku Ketua Tim pelaksana PPM, Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum, memaparkan kegiatan yang berlangsung di Sanggar Getar Pakuan Kota Bogor ini mengusung tema “Revitalisasi Seni Sanggar Seni Getar Pakuan Melalui Penciptaan Tari Wayang ‘Srikandi Bhuana’ Sebagai Inovasi Kreatif Kota Bogor di Era Digital”.
Kegiatan ini, lanjut dia, merupakan wujud sinergi antara dunia akademik dan komunitas seni dalam menjaga keberlanjutan tradisi lokal dan inovasi global, sekaligus upaya memperkuat peran sanggar seni sebagai ruang pembelajaran budaya, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kreativitas generasi muda.
“ISBI Bandung memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk memastikan bahwa seni tradisi tetap hidup, relevan, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkap Een, pada Selasa 10 November 2025.
Een menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada penciptaan karya seni, tetapi juga pada pemberdayaan Komunikasi seni, penguatan jejaring dengan pemerintah daerah, serta penyediaan model revitalisasi Sanggar yang dapat direfleksikan oleh komunitas seni lain di Kota Bogor.
“Kolaborasi dengan Sanggar Getar Pakuan adalah langkah nyata untuk menjembatani ilmu pengetahuan, kreativitas, dan pengabdian masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis, sehingga seni tari tradisi Sunda dapat terus hidup, berkembang dan relevan di tengah masyarakat modern” paparnya.
Een menerangkan bahwa, dalam kegiatan tersebut dosen dan mahasiswa ISBI Bandung bersama Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB melakukan berbagai pelatihan dan pendampingan dalam karya tari, musik tari, rias tari, pelatihan dokumentasi audiovisual dan promosi seni di media sosial.
Sementara itu, perwakilan Sekolah Vokasi IPB, Ika Sartika, S.Sn., M.Sn, menambahkan bahwa, kolaborasi lintas kampus ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu mereka di tengah masyarakat. Sehingga, mahasiswa dapat belajar langsung berinteraksi dengan pelaku seni dan memahami potensi ekonomi kreatif yang lahir dari tradisi.
“Ini selaras dengan semangat Kampus Berdampak yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa di masyarakat,” kata Ika.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Sanggar Getar Pakuan, Zen Zen Djuansyah, menyambut baik kerja sama tersebut. Dirinya bahkan mengaku bangga menjadi bagian dari program ini lantaran banyak pengetahuan baru yang diperoleh, terutama bagi para penata tari atau koreografer di Sanggar yang dipimpinnya itu.
“Ya, koreografer kami Shela Dwi Ananda, S.Pd. mendapat pendampingan langsung bagaimana mengemas seni tradisional agar lebih dikenal generasi muda dan masyarakat luas melalui media digital,” ungkap Zen Zen.
Menurutnya, Shela merupakan siswa Sanggar Getar Pakuan sejak dirinya masih duduk di bangku Taman Kanak-Tanak (TK) hingga lepas Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA). Masih kata Zen Zen, Shela sempat berhenti karena harus meneruskan Studinya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Program Studi Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) jurusan Pendidikan Seni Tari dan lulus menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
“Namun selama Shela kuliah di Bandung, ia kerap membantu kegiatan sanggar. Dan sekarang aktif sebagai penata tari/koreografer di Sanggar Getar Pakuan,” terang Zen Zen.
Ia berharap, keterlibatannya dalam program ini dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta popularitas Sanggar Seni Getar Pakuan yang pernah dicapainya sebelum masa pandemi COVID-19.
“Kegiatan PPM ini akan diakhiri dengan pertunjukan kolaboratif seni tradisi hasil pelatihan dan ekaplorasi kreatif selama kegiatan berlangsung oleh anggota Sanggar Getar Pakuan bersama mahasiswa ISBI Bandung dan Sekolah Vokasi IPB,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tim PPM terdiri dari : 1. Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum., (Ketua) 2. Dr. Ismet Ruchimat, S.Sen., M.Hum., 3. Ai Mulyani S.Sn.,M.Si., 4. Ika Sartika, S.Sn., M.Sn., 5. Salsabila Maulida (mahasiswa program Sarjana S1) 6. Shafira Ramadhan dan Anggi Lestari Paja (mahasiswa Pascasarjana ISBI Bandung).
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post