23.6 C
Bogor
Minggu, 28 November 2021

Proyek Pengembangan Kawasan Sentul City Diprotes Warga

Must read

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

BogorOne.co.id | Babakan Madang – PT Sentul City terus mengembangkan proyeknya dan kini menurunkan sejumlah alat berat untuk perataan lahan ribuan hektar hingga mengorbankan ribuan pohon sehingga mengakibatkan kerusakan alam dan lingkungan.

Hal itu membuat warga geram dan melakukan protes dengan aksi menghentikan aktivitas tersebut. Namun aksi warga itu tak menjadi penghalang buat operator sehingga tetap melanjutkan pekerjaannya.

Salah seorang warga Djonny Wiguna mengaku khawatir, pembabatan pohon di Kampung Cikeas, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, tepatnya disekitar kediaman Menhan Prabowo Subianto itu dapat menyebabkan banjir.

Terlebih, wilayah Babakan Madang merupakan kawasan resapan dan salah satu hulu sungai Cikeas yang bermuara ke Jakarta.

“Kami bersama warga lainnya telah berupaya menghentikan kegiatan mereka, karena selain merusak alam nantinya juga dampaknya bisa menambah banjir,” kata Djonny saat di lokasi kejadian, Kamis (03/09/21).

Selain itu lanjut Djonny, dirinya juga masih mempertanyan status kepemilikan lahan tersebut. “Karena sebagian yang mereka ratakan itu adalah tanah saya yang status surat nya masih girik yang saya beli sejak tahun 1986,” ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa dirinya mengaku mendapatkan somasi dari PT Sentul City agar mengosongkan bangunan yang dia tempati dengan dikasih waktu 7 x 24 jam sebanyak tiga kali, kalau tetap bertahan maka akan diproses hukum.

“Jadi Sentul City dalam somasi nya mengaku memiliki SHGB nomor 2392 dan SHGB nomor 2393, sehingga kami diminta untuk mengosongkan. Tapi, apa dasarnya mereka mempunyai SHGB sementara kami dan keluarga belum pernah menjualnya kepada siapa pun, termasuk ke Sentul City,” imbuhnya.

Djonny menjelaskan, bahwa somasi yang dilayangkan oleh Sentul City selalu dia balas, bahkan dalam jawaban nya dia mempertanyakan letak dan batas lahan yang diklaim pihak Sentul City tetapi tidak pernah di respon.

“Balasan somasi tidak pernah di respon, saya jelas menolak adanya SHGB nomor 2392 dan 2393 apabila terbitnya setelah tahun 1986,” jelasnya.

Djonny mengaku, di lokasi lahan seluas 16 hektare yang dulu di tanam ratusan pohon kini telah menjulang tinggi, dia merasa miris setelah melihat alat berat tengah meratakan pohon-pohon tersebut.

“Sebelah saya, punya pak Damanik sudah digusur rata, tapi itu urusan orang lah. Yang membuat saya miris itu pohon-pohon nya habis dibabat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Departemen Hukum PT Sentul City Faisal Farhan ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa lokasi yang telah ditebang dan diratakannya itu merupakan bagian dari master plan Sentul City yang baru akan di bangun. Dia pun membantah jika pihaknya telah merusak alam.

“Saya jelaskan, bahwa lokasi yang sedang diratakan memang benar pohon-pohon nya kami tebang dan diratakan. Tapi sesuai dengan tata ruang nya lokasi itu bukan hutan, dan surat kami pun SHGB yang memang peruntukan nya untuk di bangun hunian. Sekarang kalau mau bangun rumah, masa pohon nya gak di tebang dulu, kan gak mungkin,” jelas Farhan.

Terkait upaya warga untuk menghentikan alat berat yang sedang meratakan tanah, Farhan pun mengaku sempat bersitegang dengan Djonny dan beberapa warga di lokasi.

“Saya tanya kepada Pak Djonny, bapak selaku penggarap atau pemilik tanah dia (Djonny) jawab penggarap, Jadi saya mau menghentikan kegiatan kalau ada pihak yang dapat menunjukkan bukti kepemilikan lahan yang sah,” ungkapnya.

Dijelaskannya, terkait asal muasal SHGB yang dipertanyakan, Farhan menuturkan, bahwa perolehan PT Sentul City di dapat dari pelepasan PT Perkebunan Nusantara sejak tahun 1994 seluas lebih dari 1.000 hektare dengan terbitnya SHGB Nomor 2/Bojong Koneng, yang kemudian dipecah salah satunya menjadi SHGB nomor 2392 dan 2393 dan baru diperpanjang pada tahun 2013 yang lalu.

Masih kata dia, kalau di lokasi itu ada yang ngaku punya Leter C Desa, patut dipertanyakan, karena sejak dulu status tanah itu sudah bersertifikat HGU milik PTPN, dan kemudian PTPN melepaskan hak nya ke Sentul City dengan terbitnya SHGB nomor 2 itu.

“Kami sangat wellcome kalau ada pihak yang melakukan upaya hukum dengan melakukan gugatan ke pengadilan,” pungkasnya. (Donn)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

Data Kependudukan Memerlukan Kebaharuan

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kesadaran warga untuk mengurus akte kelahiran, saat ini sudah cukup bagus. Penilaian itu muncul jika diukur dari persentase jumlah...