BogorOne.co.id | Cianjur – Ratusan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung disertai hujan deras, Selasa, 14 Oktober 2025 malam.
Melansir beritasau.com, Kamis, 16 Oktober 2025, sedikitnya 150 rumah di tiga desa di Kecamatan Cilaku, Desa Sukakerta, Sindangsari, dan Mulyasari dilaporkan rusak dengan tingkat kerusakan bervariasi.
Camat Cilaku Denny W. Lesmana mengatakan petugas gabungan masih melakukan pendataan di lapangan untuk memastikan jumlah pasti rumah yang terdampak.
“Dari tiga desa itu kemungkinan ada sekitar 150 rumah yang mengalami kerusakan, baik berat maupun ringan. Saat ini kami masih melakukan pendataan,” ujarnya, Kamis, 16 Oktober 2025.
Menurut Denny, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah akibat terpaan angin kencang dan pohon tumbang. Rumah yang rusak berat umumnya tertimpa pohon besar yang roboh saat angin kencang melanda.
Di Kecamatan Cibeber, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan di lima desa, yaitu Cibaregbeg, Girimulya, Sukaraharja, Sukamaju, dan Cimanggu.
Camat Cibeber Ardian Arthoilah menjelaskan, intensitas hujan tinggi disertai angin kencang menjadi penyebab utama bencana tersebut. “Ada sebanyak 37 rumah rusak di bagian atap. Gentingnya banyak yang terlepas terbawa angin, bahkan ada yang tertimpa pohon berukuran besar,” katanya.
Selain rumah warga, fasilitas umum seperti tempat ibadah, bangunan sekolah madrasah tsanawiyah (MTS), serta lahan pertanian juga terdampak. Beberapa akses jalan sempat terputus akibat pohon tumbang.
Petugas gabungan dari BPBD, Tagana, Damkar, TKSK, TNI, Polri, dan Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) masih melakukan pendataan dan pembersihan material di lokasi terdampak.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, sejumlah warga yang rumahnya rusak berat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga. BPBD Cianjur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin puting beliung dan curah hujan tinggi yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post