BogorOne.co.id | Kota Bogor – Organisasi Relawan Siaga Baraya Subhan (RSBS) resmi mendeklarasikan diri untuk berdedikasi membantu masyarakat yang membutuhkan dibidang sosial.
Ketua DPC Demokrat Kota Bogor Dodi Setiawan mengapresiasi berdirinya RSBS di Kota Bogor. Menurutnya, RSBS dibawah kepemimpinan Subhan memiliki kiprah kedepan untuk membangun Kota Bogor. Membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai kegiatan bersifat sosial.
“Malam ini sebagai hari bersatu, menyatu menyamakan gagasan yang sama. Mudah-mudahan niatan Pak Subhan dilancarkan dan diberkahi. Saya mendoakan yang terbaik, sukses,” ucapnya.
Selain itu, Dodi berharap, kedepan RSBS bisa berkolaborasi dengan pihaknya dari partai, termasuk Pemerintah Kota Bogor agar semua masalah yang harus dituntaskan oleh RSBS terutama dalam hal sosial bisa dilakukan.
“Aksi sosial ini sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat seperti jenjang pendidikan, kesehatan dna lainnya, itu harus kita dorong, kita bantu. Gerakan ini sangat mulia sekali. Kami apresiasi dan akan selalu mensupport semua kegiatan RSBS demi Kota Bogor,” ungkpanya.
Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut mengapresiasi adanya Relawan Siaga Baraya Subhan di Kota Bogor. Dedie juga menyambut baik siapapun yang punya kemampuan untuk bisa berkontribusi di dalam membantu masyarakat di tengah segala macam kesulitan mulai dari ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.
“Saya harap Relawan Siaga Baraya Subhan ini bisa menjadi salah satu yang memberikan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat. Jadi itu dulu yang paling penting,” tegasnya.
“Kami melihat kalau memang punya tekad untuk membantu masyakarat, mereka pasti akan ingat, mengenang dan akan menilai kemampuan seseorang untuk kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua RSBS Kota Bogor Subhan mengatakan, RSBS lahir berawal dari obrolan-obrolan santai dikalangan pemuda dan tokoh masyarakat yang memiliki tekad serta jiwa sosial dalam membantu masyarakat terutama yang kurang mampu dan membutuhkan.
“Dari awal kami berfokus pada aksi sosial. Membantu masyarakat khususnya di Kota Bogor dan sekitarnya, bahkan wilayah Jawa Barat. Dengan adanya RSBS ini bisa dimaksimalkan untuk membantu warga masyarakat yang membutuhkan uluran tangan atau yang memang belum terbantu,” ujarnya.
Menurut Subhan, RSBS tidak akan maju jika tidak ada support dari semua pihak. Oleh karenanya, Subhan berharap RSBS mendapat berbagai dukungan untuk menolong sesama yang membutuhkan.
Disisi lain, RSBS memiliki enam divisi diantaranya divisi sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi sosial, seni budaya dan penanggulangan bencana.
Subhan menjelaskan, divisi sosial untuk membantu masyarakat dalam bidang kesosialan. RSBS sudah melakukan aksi sosial seperti fogging ditingkat RW sebagai antisipasi penyebaran DBD dan aksi sosial lainnya.
Divisi pendidikan, lanjutnya, untuk membantu pendidikan warga yang tidak mampu untuk kembali bersekolah. Selama ini RSBS sudah membantu dua anak yang putus sekolah untuk kembali dilanjutkan sekolahnya.
Lalu, Divisi kesehatan, RSBS telah memiliki satu unit ambulance untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan medis darurat baik dari rumah sakit maupun menuju rumah sakit.
“Divisi Ekonomi Sosial, membantu warga yang membutuhkan pekerjaan untuk disalurkan ke perusahan-perusahaan yang sudah bekerjasama dengan RSBS seperti perusahaan outsourcing,” tuturnya.
Sedangkan untuk Divisi Seni dan Budaya, akan melestarikan budaya-budaya kesenian yang ada di Kota Bogor. “Terakhir Divisi Penanggulangan bencana untuk siap siaga ketika ada bencana RSBS akan terjung langsung membantu masyarakat,” tambahnya.
Untuk diketahui, RSBS memiliki sekitar 280 anggota ber-Kartu Tanda Anggota (KTA) termasuk dengan pengurus. Seketariat RSBS di Babadak RT 05 RW 04, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur. Pun sudah memiliki akta pendirian pada 9 November 2021.
Menurutnya, RSBS tidak berapiliasi dengan partai, jadi bukan sayap partai. Dalam menjalankan kiprahnya saat ini sudah memiliki alat fogging lengkap, satu unit kendaraan ambulance, kedepan di targetkan memiliki mobil jenazah agar mobil ambulance untuk orang sakit.
“Kita juga akan berkolaborasi dengan instansi pemerintah dan stakeholder lainnya. Relawan ini bergerak secara swadaya baik itu bantuan sosial dan lain sebagainya,” tutup pria kelahiran tahun 77 ini. (Fik)
























Discussion about this post