BogorOne.co.id | Kota Bogor – Satu unit rumah permanen milik warga di RT 06 RW 06, Kelurahan Cilendek Timur, Kota Bogor, terbakar pada Senin siang, 16 Maret 2026. Kebakaran diduga berawal dari pembakaran sampah plastik yang dilakukan oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di sekitar lokasi.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Rudiana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 15.00 WIB. Tim pemadam kemudian meluncur ke lokasi dan tiba dalam waktu kurang dari 15 menit.
“Response time kami kurang dari 15 menit sudah tiba di lokasi. Api dengan cepat bisa dikendalikan oleh unit kami,” kata Rudiana.
Untuk memadamkan api, Damkar mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil penyelamat. Api yang membakar satu rumah berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Menurut Rudiana, cepatnya penanganan membuat kebakaran tidak menjalar ke rumah warga lain yang berada di samping maupun di depan lokasi kejadian.
“Tidak merambat ke rumah tetangga. Api berhasil dipadamkan lebih cepat,” ujarnya.
Rumah yang terbakar diketahui dihuni tiga orang. Seluruh penghuni telah dievakuasi sebelum api membesar sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Rudiana mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu api dari pembakaran sampah atau plastik yang dilakukan ODGJ, lalu merambat ke bagian bangunan rumah warga.
Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Menurut dia, sebagian besar kebakaran dipicu kelalaian manusia.
“Kasus kebakaran banyak terjadi karena korsleting listrik atau kompor yang ditinggalkan menyala. Kami mengimbau masyarakat tidak menumpuk colokan listrik dan memastikan kompor dalam kondisi mati setelah digunakan,” kata dia.
Selain sosialisasi langsung, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor juga membagikan pamflet dan brosur edukasi pencegahan kebakaran kepada warga sebagai upaya menekan risiko kejadian serupa.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post