BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Persoalan sampah liar di wilayah barat Kabupaten Bogor kian mengemuka seiring meningkatnya volume limbah yang dibuang sembarangan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menilai rendahnya kemitraan dengan masyarakat menjadi salah satu penyebab utama.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah VII Jasinga, Suryadi, mengatakan lonjakan sampah liar terlihat terutama setelah momen Idul Fitri. Dalam satu kali pengangkutan, volume sampah yang diangkut mencapai sekitar delapan ton atau setara tiga dump truk.
“Beberapa titik memang sudah menjadi lokasi langganan pembuangan sampah liar,” kata Suryadi, Sabtu, 4 April 2026.
Wilayah kerja UPT tersebut mencakup Kecamatan Jasinga, Tenjo, Parungpanjang, Rumpin, Cigudeg, dan Sukajaya, daerah yang sebagian masih menghadapi keterbatasan sistem pengelolaan sampah terpadu.
Menurut Suryadi, kemitraan antara warga dan DLH dalam pengelolaan serta pengangkutan sampah belum berjalan optimal. Padahal, partisipasi masyarakat dinilai penting untuk menekan praktik pembuangan liar.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah.
“Kemitraan ini memang tidak bersifat memaksa, tapi kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Di sisi lain, UPT juga dibebani target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pengelolaan sampah. Kondisi ini membuat upaya penanganan sampah harus berjalan beriringan dengan peningkatan partisipasi publik.
DLH, kata dia, terus melakukan edukasi kepada masyarakat serta mendorong kolaborasi dengan pemerintah desa. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat pengelolaan sampah berbasis desa melalui dukungan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post