BogorOne.co.id | Rembang – Kericuhan mewarnai laga semifinal Liga 4 Nusantara antara PSIR Rembang dan Persak Kebumen di Stadion Krida, Rembang, Jawa Tengah, Kamis sore, 12 Februari 2026. Ratusan suporter tuan rumah turun ke lapangan seusai pertandingan dan menyerang wasit.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Persak Kebumen itu memastikan langkah PSIR Rembang terhenti di semifinal. Kekalahan di hadapan 5.830 penonton memicu kekecewaan suporter.
Tak lama setelah peluit panjang dibunyikan, massa merangsek masuk ke lapangan. Mereka mengejar dan mengeroyok wasit yang memimpin pertandingan. Situasi stadion berubah mencekam. Petugas keamanan yang berjaga tak mampu menahan laju suporter.
Wasit dan sejumlah pemain tim tamu kemudian diamankan dan dievakuasi ke ruang ganti. Aparat dari unsur TNI dan Polri membentuk barikade untuk melindungi pemain serta perangkat pertandingan.
Kericuhan tak hanya terjadi di lapangan. Sejumlah oknum suporter juga merusak fasilitas stadion dan mencoba mendobrak akses menuju ruang ganti. Aksi saling dorong antara massa dan aparat terjadi di area depan ruang ganti dan parkiran kendaraan.
Panitia pelaksana sempat berulang kali mengimbau suporter melalui pengeras suara agar tetap tenang. Namun imbauan itu diabaikan. Situasi berangsur kondusif setelah aparat mensterilkan area privat pemain dan ofisial.
Hingga Kamis malam belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun potensi sanksi dari operator kompetisi. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman atas insiden tersebut.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post