BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Sejumlah kontraktor pelaksana proyek rekonstruksi jalan milik Kabupaten Bogor di wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR Jalan dan Jembatan Wilayah III Ciomas mengeluhkan kesulitan memperoleh bahan baku pengecoran dalam sebulan terakhir.
Kendala itu disebut berkaitan dengan penghentian sementara operasional tambang galian C di kawasan Cigudeg, Lebak Wangi, dan Parung Panjang.
Kebijakan penghentian dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dinilai memengaruhi suplai material untuk pembangunan infrastruktur, terutama beton siap pakai.
“Dalam beberapa minggu ini kami kesulitan mendapatkan bahan baku untuk pengecoran,” kata Desmon (bukan nama sebenarnya), pelaksana proyek rekonstruksi jalan di Kecamatan Dramaga, kepada BogorOne.co.id, Senin, 3 November 2025.
Ia menyebut keterlambatan suplai material berdampak pada terhambatnya percepatan pekerjaan.
Menurut Desmon, pihaknya belum dapat memastikan waktu pemulihan distribusi material. Meski begitu, ia memastikan upaya pencarian pasokan alternatif tetap dilakukan.
“Kami akan terus berupaya agar proyek ini tetap selesai tepat waktu,” ujarnya.
Situasi serupa sempat dialami kontraktor CV Matio Abadi yang mengerjakan rekonstruksi Jalan Raya Ciherang. Namun, pemilik perusahaan, Belman, memastikan pasokan material kini kembali lancar.
“Sekarang bahan baku tidak ada masalah. Sabtu minggu ini pekerjaan rekonstruksi di Ciherang tuntas,” kata dia.
Di sisi lain, warga terdampak mengeluhkan lambannya pengerjaan di lapangan. Amir, warga Kampung Sawah Baru, Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, menyatakan kekecewaannya.
Ia menilai proyek perbaikan Jalan Sawah Baru berjalan lambat karena adanya imbauan dari KDM yang meminta seluruh perusahaan galian C di Parung Panjang dan Cigudeg menghentikan aktivitas sementara.
“Akibatnya pekerjaan mangkrak, aktivitas warga juga terhambat,” ucap Amir.
Editor : Jef Sukapura
























Discussion about this post