BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Tanah Baru yang berlokasi di RT 03 RW 04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, hari ini resmi dimulai dengan simbolis peletakan batu pertama oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Senin (16/08/21).
Revitalisasi tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp3,4 miliar yang berasal dari dana Dana Tugas Perbantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia setelah secara teknis melalui pelelangan sistem LPSE Kota Bogor dan dimenangkan PT Tri Tanerto Simber sebagai kontraktor pelaksana.
“Revitalisasi ini harus membawa Kota Bogor menjadi lebih maju. Pasar pasra di Bogor harus berkembang dan masyarakatnya sejahtera. Dengan cara seperti ini juga, kedepan bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus berusaha dan berniaga,” ucap Dedie.
Menurut Dedie, revitalisasi Pasar Tanah Baru merupakan bukti dari upaya memecahkan kebuntuan yang selama ini terjadi. Meskipun sebenarnya, lanjut Dedie, banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan.
“Pembangunan pasar ini juga dapat menambah distribusi ekonomi di Kota Bogor. Apalagi di enam kecamatan di Kota Bogor belum semua memiliki pasar. Di Bogor Utara saja, hanya ada satu pasar yakni di Pasar Tanah Baru yang saat ini sedang dilakukan revitalisasi,” imbuhnya.
Kalau punya niat baik, dan didukung oleh semua pihak, semuanya akan indah pada waktunya. “Semoga revitalisasi ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Senada, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan, proses yang dilewati untuk merealisasikan ini tak mudah. Sejak awal tahun 2020, banyak lika – liku, hambatan, dan tantangan yang dilewati.
“Kita ketahui bahwa aset pasar rakyat yang ada di Kota Bogor memang sebagian besar masuk ke penyertaan modal di Perumda Pasar Pakuan Jaya. Untuk dana dari Kemendag ini merupakan program yang didelegasikan kepada kabupaten/kota. Bantuan tersebut yang kemudian diperjuangkan dan disambut oleh Disperdagin Kota Bogor,” terangnya.
Kendati demikian, sambung Ganjar, tujuannya semata – mata ingin meningkatkan pemberdayaan mikro ekonomi di Kota Bogor hingga pada akhirnya menyelesaikan permasalahan pasar rakyat yang selama ini terjadi. Sekaligus mengurangi beban pasar di pusat kota.
Setelah revitalisasi menuju puncak, masih kata Ganjar, perencanaan akan dialihkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Perusahaan Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya dan harus ada beberapa alokasi yang disediakan untuk menyempurnakan revitalisasi tersebut.
“Setelah rampung nanti, kami akan usahakan percepatan penyerahan dari kementerian ke pemerintah kota. Mudah-mudahan ini adalah pintu masuk bagi kami untuk terus bersinergi dengan kementerian,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut Perumda PPJ Muzakkir menambahkan, sejauh ini pihaknya telah menerima sekitar 500 pengajuan untuk berdagang di Pasar Tanah Baru. Sementara, pada tahap pertama alokasi pedagang hanya menmapung 151 pedagang.
“Nanti ada tahap kedua, kami juga sedang proses untuk penyertaan modal dari DPRD yang sesegera mungkin akan kami lanjutan. Bangunan pasar akan disesuaikan dibuat menjadi dua lantai, sekelilingnya juga bisa ditambahkan kios – kios dan los atau counter,” katanya.
Revitalisasi ini, lanjutnya, mengacu kepada Surat Keputusan (SK) Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 98 Tahun 2020.
“Pekerjaan memakan waktu 140 hari kalender. Nanti pasar ini akan menampung 150 pedagang, dengan 126 los dan 14 kios. Sementara, luas lahan Pasar Rakyat Tanah Baru seluas 2.190 meter persegi,” pungkasnya. (Fik)























Discussion about this post