BogorOne.co.id | Kota Bogor – Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kota Bogor mendampingi Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari memberikan bantuan berupa alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok-kelompok tani di Kota Bogor.
Pemberian alat-alat pertanian senilai Rp4,5 miliar itu dilakukan di kantor Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor di jalan raya Cipaku, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.
Pada kesempatan itu, Endang mengatakan, pemberian bantuan itu dilakukan karena saat ini pemerintah tengah menggaungkan kembali potensi pertanian di Tanah Air.
“Intinya pemberian bantuan ini kami lakukan untuk mendukung para petani di Kota Bogor dalam mengembangkan lahan pertaniannya,” ucapnya.
Puluhan alat pertanian itu, lanjutnya, mulai dari traktor, cultivator, pompa air, alat penyemprot, alat pengolahan pupuk dan beragam alat pertanian lainnya.
“Traktor roda dua 3 unit, cultivator 7 unit, pompa air 17 unit, handsprayer 35 buah, unit pengelolaan pupuk organik 6 unit dan 15 paket P2L,” ungkap Politisi partai Gerindra ini.
Selain memberikan alat-alat pertanian, pihaknya juga memberikan bantuan berupa ribuan hewan ternak bagi kelompok tani di Kota Bogor. Mulai dari sapi, kambing, domba hingga ribuan ekor ayam jenis Ayam Kampung Unggul Balitbangtan.
“Kami juga memberikan hewan ternak berupa sapi 60 ekor untuk 3 kelompok tani, 100 ekor domba untuk 4 kelompok tani, dan 2.500 ekor ayam untuk 5 kelompok tani. Total bantuan yang kami serahkan senilai Rp4,5 miliar untuk para petani di Kota Bogor,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua TIDAR Kota Bogor Irpan Effendi menambahkan, dengan adanya program ini bisa mensejahterakan petani serta menyerap tenaga kerja karena banyak petani-petani milenial.
“Mudah-mudahan dengan adanya program dari Bu Endang ini banyak kaum milenial yang tertarik pada sektor pertanian,” imbuhnya.
Menurut Ketua Pemuda Harapan Bogor (PHB) ini, pertanian juga sesuatu yang sangat penting dikembangkan karena terkait ketahanan pangan masyarakat, dimana itu sebagai hal yang pokok dalam kehidupan sehari-hari.
Kalau tidak dikembangkan ketahanan pangannya, sambungnya, tentu masyarakat akan bergantung kepada produk-produk impor.
“Mudah-mudahan juga banyak swasembada dari para petani untuk bisa menghasilkan produk-produk lokal yang bisa dijual dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kota Bogor,” pungkasnya. (Fik)
























Discussion about this post