BogorOne.co.id | Tokyo – Pemerintah Tokyo, Jepang, mendorong Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengenakan pakaian kasual seperti celana pendek dan kaus untuk menghemat listrik di tengah cuaca panas ekstrem serta tekanan pasokan energi. Kebijakan itu mulai diberlakukan pada musim panas tahun ini.
Langkah tersebut menjadi pengembangan dari program Cool Biz yang diluncurkan sejak 2005. Program itu sebelumnya hanya melonggarkan kewajiban mengenakan jas dan dasi agar penggunaan pendingin ruangan bisa dikurangi.
Kini, aturan berpakaian diperluas menjadi lebih fleksibel. Pegawai diperbolehkan memakai polo shirt, sepatu kets, hingga celana pendek, menyesuaikan kebutuhan pekerjaan masing-masing.
Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan pasokan listrik saat ini berada dalam tekanan. Karena itu, pemerintah daerah meminta aparatur memilih pakaian yang lebih ringan selama bekerja.
Selain pengaturan busana, pemerintah juga mengimbau pegawai menjaga kesehatan saat suhu tinggi. Langkah pencegahan sengatan panas dilakukan melalui pemantauan kondisi tubuh, pengaturan jam kerja lebih awal, hingga mendorong sistem bekerja dari rumah.
Kebijakan itu tidak lepas dari krisis energi global. Jepang masih bergantung pada impor energi, dengan sebagian besar pasokan minyak melewati Selat Hormuz yang terdampak konflik di Timur Tengah.
Pemerintah Jepang disebut telah menggunakan cadangan minyak strategis dan berencana melepas stok tambahan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari mulai awal Mei. Otoritas juga berupaya mencari jalur pasokan alternatif.
Sejumlah ahli memperingatkan, apabila distribusi energi tidak segera pulih, masyarakat dan pelaku usaha berpotensi menghadapi penghematan besar-besaran seperti saat krisis minyak dekade 1970-an.
Di sisi lain, kebijakan pakaian kasual mendapat tanggapan positif dari sebagian pegawai. Mereka menilai aturan baru membuat pekerjaan lebih nyaman dan produktif.
Langkah itu diambil setelah Jepang mengalami musim panas terpanas sejak pencatatan modern dimulai pada 1898. Suhu di sejumlah wilayah bahkan kerap melampaui 40 derajat Celsius.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post