BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat dalam merespon bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya di Kecamatan Klapanunggal, akibat meluapnya kali Cibarengkok yang berdampak terhadap 200 rumah dengan jumlah 615 jiwa.
Sesuai instruksi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, seluruh jajaran terkait diminta siaga penuh dan melakukan penanganan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Bupati Bogor secara langsung memerintahkan koordinasi lintas instansi untuk memastikan evakuasi berjalan aman, distribusi logistik merata, dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengatakan banjir mulai terjadi pada Senin 7 Juli 2025 pukul 23.30 WIB.
“Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi dengan durasi waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan debit air Kali Cibarengkok dan Kali Cikarang meluap sehingga terjadi banjir,” kata Adam, Selasa 8 Juli 2025.
Menurut data BPBD yang diperoleh akibat kejadian itu, sebanyak 200 KK, 615 jiwa terdampak banjir semalam hingga dini hari tadi.
“Korban terdampak warga dari Blok B1, B3, dan B4 diperkirakan 200 rumah dengan 615 jiwa,” jelas Adam.
Sementara itu, Camat Klapanunggal, Galuh Sri Wahyuni menjelaskan, pihaknya telah bergerak sejak malam kejadian. Termasuk BPBD, Dinas Sosial, Dinkes, hingga relawan diterjunkan ke lapangan.
“Dapur umum, posko kesehatan, dan tenda evakuasi sudah disiapkan. Fokus utama kami adalah keselamatan dan pemulihan cepat bagi warga terdampak,” ungkap Camat Klapanunggal, Galuh Sri Wahyuni.
Pemerintah Kecamatan Klapanunggal bersinergi dengan pemerintah desa, termasuk Desa Cikahuripan, untuk mengevakuasi warga dari perumahan-perumahan terdampak seperti PH 9, Mega Residence, Kehuripan Mas, dan PMI.
Dijelaskannya, posko bantuan didirikan di titik strategis dan bantuan logistik mulai dari sembako, perlengkapan balita, hingga layanan kesehatan telah disalurkan. Distribusi Logistik, Posko Kesehatan, dan Dapur Umum Jadi Prioritas Utama bagi warga terdampak bencana.
Menurutnya, dalam upaya penanganan pasca bencana, pihak Kecamatan telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak, seperti BPBD, Dinas Sosial, Baznas, serta pemerintah desa dan masyarakat.
“Bantuan logistik sudah disalurkan, termasuk sembako dan kebutuhan dasar lainnya,” ungkapnya.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa pendataan sudah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sedang sakit.
“Kami berupaya menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan mereka. Pemerintah desa juga mulai mengumpulkan data rinci untuk mempercepat proses penyaluran,” tandas dia.
Reporter. : Yudi Surahman
Editor. : Muttaqien
























Discussion about this post