BogorOne.co.id | Abu Dhabi – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menutup kedutaannya di Teheran serta menarik duta besar dan seluruh staf misi diplomatiknya menyusul serangan rudal yang dilancarkan Iran. Keputusan itu diumumkan setelah Abu Dhabi mengecam keras serangan yang dinilai menargetkan lokasi sipil.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA, serangan tersebut disebut sebagai tindakan agresif yang menyasar kawasan permukiman, bandara, pelabuhan, serta fasilitas layanan publik. Pemerintah UEA menilai serangan itu membahayakan warga sipil tak bersenjata dan merupakan eskalasi yang tidak bertanggung jawab.
UEA juga menyatakan tindakan tersebut melanggar kedaulatan nasional, hukum internasional, serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penutupan kedutaan disebut sebagai bentuk sikap tegas UEA dalam menolak segala bentuk ancaman terhadap keamanan dan kedaulatannya.
Menurut pernyataan itu, langkah tersebut diambil di tengah situasi yang dinilai semakin agresif dan provokatif, yang berpotensi merusak peluang deeskalasi dan mendorong kawasan ke kondisi yang lebih berbahaya. Pemerintah UEA juga memperingatkan risiko terhadap keamanan regional dan internasional, termasuk keamanan energi serta stabilitas ekonomi global.
UEA melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 58 lainnya luka-luka sejak Iran melancarkan serangan balasan pada akhir Februari 2026. Serangan itu disebut sebagai respons atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang sebelumnya menghantam sejumlah fasilitas vital di Iran.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udara mereka mendeteksi sedikitnya 165 rudal balistik yang masuk ke wilayah udara negara tersebut. Dari jumlah itu, 152 rudal berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Selain itu, dua rudal jelajah dilaporkan berhasil dicegat.
Pemerintah UEA menyatakan terus memantau situasi keamanan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah serta warganya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Editor : R. Muttaqien






























Discussion about this post