23.6 C
Bogor
Minggu, 28 November 2021

Waduh! 24 Guru dan Siswa SDN Sukadamai 2 Terpapar Covid-19

Must read

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor kembali meningkat. Kali ini, kasus meningkat usai Pemerintah Kota Bogor melakukan test Covid-19 di sekolah dasar (SD) yang telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kamis (18/11/21).

Berdasarkan hasil test, terungkap ada sebanyak 24 orang diantaranya 10 tenaga pendidik dan 14 orang siswa dari SDN Sukadamai 2 terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta PTM di SDN Sukadamai 2 untuk dihentikan sementara selama 10 hari sesuai dengan aturan serta dilakukan tracking terhadap orang yang melakukan kontak erat.

“Semua yang kontak erat sekarang sedang di tracking dan segera dilakukan swab PCR,” ucapnya, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Bima, adanya kasus positif Covid-19 dikalangan tenaga pendidik dan siswa dinilai bukan indikasi gelombang ketiga, melainkan indikasi terbentuknya heard immunity lantaran orang yang positif ini tanpa gejala.

Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan observasi 10 hari kedepan, kontak erat akan ditelusuri dan diminta Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan sekolah, memantau kalau ada yang bergejala.

“Sekarang 24 orang ini sedang melakukan isolasi mandiri karena tanpa gejala dan mereka guru-guru juga sudah di vaksin, namun untuk anak-anak memang tidak bisa divaksin,” pungkasnya. (Fik)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Selain Maju di Pilgub Jabar, Hanura Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024

BogorOne.co.id | Bandung - Hanura Jawa Barat siap mendukung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk maju kembali menjadi Gubernur Jawa Barat atau berkompetisi di...

Tiang Listrik di Punncak Meledak, Warga Panik

BogorOne.co.id | Cisarua - Suara ledakan mengagetkan warga Kampung Cijulang, RT 03/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Suara ledakan itu berasal dari sebuah...

Pungli Duit BPNT, Kades Sukaharja Diciduk Tim Sauber Pungli Polda Jabar

BogorOne.co.id | Ciomas - Seorang oknum Kepala Desa (Kades) Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor diamankan Tim Tindak II Saber Pungli Jabar. Penangkapan terhadap RAH (55...

DPS Pertanyakan Peran Pemerintah Dalam Program RTLH di Pasir Jaya

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Masih banyaknya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang belum terealisasi di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat membuat...

Data Kependudukan Memerlukan Kebaharuan

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Kesadaran warga untuk mengurus akte kelahiran, saat ini sudah cukup bagus. Penilaian itu muncul jika diukur dari persentase jumlah...