BogorOne.co.id | Kota Bogor – Warga Kelurahan Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, digegerkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang ditinggalkan di dalam kardus, Senin, 8 Juni 2026.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup di dekat boks sampah yang berada di sekitar lapangan basket di wilayah RT 04 RW 05. Di dalam kardus, bayi itu ditemukan bersama sejumlah perlengkapan, seperti popok, selimut, dan bantal.
Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana membenarkan penemuan tersebut. Menurut dia, bayi pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi.
“Yang pertama kali menemukan warga. Penemuannya di dekat boks sampah, di dekat lapangan basket,” kata Asep, Senin, 8 Juni 2026.
Penemuan itu segera mengundang perhatian warga sekitar. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian dan petugas kesehatan.
Asep mengatakan bayi itu langsung dievakuasi ke Puskesmas Bogor Timur untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Proses penanganan turut melibatkan petugas Inafis dan Dinas Sosial.
“Masih hidup. Dibawa ke Puskesmas Bogor Timur sama Inafis dan Dinsos. Sekarang masih dicek kesehatannya,” ujar Asep.
Kasus penemuan bayi yang diduga ditelantarkan bukan kali pertama terjadi di Kota Bogor. Sebelumnya, warga Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, juga menemukan seorang bayi yang ditinggalkan di dalam kardus. Saat ditemukan, warga sempat mengira kardus tersebut berisi bangkai kucing.
Menanggapi sejumlah kasus serupa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menegaskan bahwa tindakan membuang bayi merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum.
“Walau bagaimanapun seorang bayi itu punya hak asasi, harus kita lindungi. Kalau mereka melakukan perbuatan seperti itu, itu hal yang biadab dan harus dihukum berat,” kata Dedie.
Ia meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memperkuat layanan pendampingan dan konseling bagi keluarga yang menghadapi persoalan sosial maupun ekonomi. Menurut dia, upaya pencegahan perlu dilakukan agar kasus penelantaran bayi tidak terus berulang.
“Kalau tidak ada perencanaan dan edukasi membangun keluarga, pada akhirnya yang dikorbankan adalah buah hatinya,” ujar Dedie.
Selain itu, Dedie mendorong lembaga pendidikan untuk memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Menurut dia, pemahaman mengenai tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post