BogorOne.co.id – Ratusan Kepala Keluarga (KK) warga Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, melayangkan protes kepada pemerintah desa setempat terkait hasil pendataan Desil yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Rudi, mantan Ketua RT 05 Desa Cibanteng, mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian penetapan Desil memicu protes dan ketidakpuasan warga. Menurutnya, sejumlah warga yang bekerja sebagai tukang ojek hingga kuli penggali sumur justru terdata pada Desil 8 dan 9.
“Sedangkan tetangga lain dalam satu kampung yang berpenghasilan besar, hidup sangat layak, bahkan ada yang bertitel dokter dan Drs, Desilnya justru di bawah angka 4. Ini kan tidak benar dan menyimpang,” ujar Rudi kepada wartawan, Selasa 25 Agustus 2026.
Rudi menambahkan, ketidaksesuaian ini membuat warga berprasangka bahwa pendataan pemerintah dilakukan secara asal-asalan. Banyak warga kurang mampu di Cibanteng yang data Desilnya berada pada angka 7, 8, hingga 9 mendesak agar data tersebut segera diperbaiki.
Kepala Desa Cibanteng, Darwin Warsono, membenarkan bahwa ketidakcocokan data Desil tersebut memicu kegelisahan masyarakat.
“Tak sedikit warga kurang mampu datang ke desa melayangkan protes karena Desil yang mereka ketahui tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Darwin.
Merespons keluhan tersebut, Darwin menjelaskan bahwa pihak desa langsung mengambil langkah pendataan ulang. Pemerintah desa mencatat seluruh laporan yang masuk dan memanggil warga dari 10 RW untuk memverifikasi kembali kelayakan penerima bantuan, seperti PKH dan bantuan pangan.
“Saya mengimbau warga Cibanteng yang data Desilnya tidak sesuai agar bersabar. Kami dari pemerintah desa akan membantu menyelesaikan ketidakcocokan data ini,” tegasnya.
Sebagai informasi, Desil merupakan sistem pembagian kelompok masyarakat ke dalam 10 tingkatan berdasarkan kesejahteraan ekonomi:
Desil 1: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (sangat miskin).
Desil 2–4: Kelompok masyarakat kategori miskin, hampir miskin, hingga rentan miskin.
Desil 5: Kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah (pas-pasan).
Desil 6–9: Kelompok masyarakat kategori menengah hingga atas.
Desil 10: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi (sangat kaya).
Editor : Jef Sukapura

























Discussion about this post