BogorOne.co.id | Kota Bogor – Menyikapi keresahan warga akibat dihilangkannya akses jalan oleh pihak pengembang perumahan Grand Pajajaran Residence oleh pengembang PT Dunia Maha Karunikaya (DMK), Camat Bogor Timur Wawan turun gunung meninjau lokasi.
Didampingi Lurah Katulampa Eka Deri Rahmat Irawan, Camat Wawan meninjau lokasi dan menemui warga di Kampung Parung Banteng, RT 03/01, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
Menurut Wawan, persoalan akses jalan itu pernah beberapa kali di mediasi oleh pihak Kelurahan Katulampa. “Waktu itu pernah di mediasi oleh pihak kelurahan baik warga maupun pemilik pengembang perumahan,” kata Wawan, Minggu (21/03/21).
Diakuinya, memang benar warga ingin ada kebijakan dari pihak pengembang agar warga diberikan akses jalan yang dari dulu sudah ada, tetap akses jalan itu ada walaupun dibangun perumahan.
Untuk menindaklanjuti persoalan itu, lanjut Wawan, akan dilakukan pertemuan antara pihak pengembang dan warga di kantor Kelurahan Katulampa.
“Rencananya hari senin besok akan bertemu pihak pengembang di Kelurahan Katulampa. Saya juga sudah bicara dengan warga dan besok dibahas semuanya,” jelasnya.
Dia menegaskan, dalam pertemuan nanti akan dibahas dua opsi, pertama meminta akses jalan bagi warga yang tembus ke Jalan R3 dan drainase yang ada diminta ditutup menggunakan hong beton, selain rapi juga tidak menggangu privasi pemilik lahan.
Maih kata dia, kalaupun keberatan dari pemilik lahan, maka akan dibuat lorong satu meter dari dinding pembatas pemilik lahan untuk akses jalan bagi warga yang tembus ke Jalan R3 sesuai tuntutan permintaan warga.
“Lalu juga akan diminta kepada pihak pengembang agar warga bisa masuk lewat jalan perumahan misalkan dibatasi waktu dari jam 06.00 pagi dan akses jalan ditutup pukul 18.00 WIB. Yang penting warga tetap bisa menggunakan akses jalan disana,” tegasnya.
Selain itu, berdasarkan laporan dan informasi warga bahwa pihak pengembang sebelum melakukan pembangunan, dulunya pernah berjanji akan memberikan akses jalan. Dalam pertemuan nanti, permasalahan itupun akan dibahas.
Menurutnya, agenda pertemuan besok juga untuk mengetahui soal janji dari pihak pengembang yang sudah diungkapkan kepada warga, yakni mengsinkronkan dan menyelesaikan permasalahan itu.
“Semoga pertemuan nanti mendapatkan solusi terbaik. Karena permintaan warga hanya minta akses jalan satu meter saja, masa tidak direalisasikan,” tandasnya.
Sementara, ketika dihubungi pihak pengembang perumahan Grand Pajajaran Residence, saat di konfirmasi, belum memberikan jawaban. (Gie)




























Discussion about this post