BogorOne.co.id | Kota Bogor – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mewarning kontraktor proyek pembangunan trotoar dan jalur sepeda senulai Rp5 miliar di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah dapat selesai tepat waktu.
Musababnya, Syarifah menilai pekerjaan membangun pedestrian merupakan hal mudah, berbeda dengan membangun gedung bertingkat dan lain sebagainya.
“Namanya pedestrian pekerjaan yang gampang, lain (halnya) untuk membangun gedung bertingkat, masjid misalnya termasuk yang sulit. Ini (Surken) sulit karena padat, di Sudirman tidak,” ucapnya belum lama ini.
Untuk itu, Syarifah menekankan agar pihak kontraktor dapat menjalankan hasil rekomendasi dari rapat yang telah dilaksanakan bersama konsultan pengawas, perencana, PPK dan kontraktor beberapa waktu lalu.
“Kesepakatan konsultan pengawas, perencana, PPK, kontraktor sudah rapat menghitung mana yang dikerjakan, luasnya dan berapa kekuatan material hingga kekuatan SDM, maka diputuskan 26 selesai cor dan diakhir kita pegang. Gak ada alasan (pembangunan tidak tepat waktu),” ingatnya.
Tak hanya pembangunan, Syarifah juga menekankan, kontraktor harus memasang lampu-lampu hias, bordir hingga melakukan pembersihan di beberapa pohon yang ada di sekitar proyek trotoar dan jalur sepeda sepanjang 1,3 kilometer ini.
“Sudah kita minta ke PPK, konsultan pengawas dan perencanaan, semua lihat schedule, berharap semua selesai tepat waktu untuk Sudirman. Kita tetap optimis Sudirman tepat waktu,” ujarnya.
Sebelumnya, tak cukup sekali, Wali Kota Bogor Bima Arya kembali meninjau lokasi proyek pedestrian dan jalur sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Selasa (14/12) sore. Padahal kurang dari sepekan lalu, ia sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (10/12) lalu.
Sidak tersebut kembali dilakukan lantaran orang nomor satu di Kota Bogor ini masih belum puas dengan hasil kinerja pihak kontraktor yang dinilainya lambat dalam progres pembangunan.
Bahkan, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengultimatum pihak kontraktor dengan memberikan target pada 25 Desember 2021 harus sudah selesai pekerjaan, termasuk dengan persoalan-persoalan warga seperti membutuhkan akses jalan dan sebagainya.
“Pada kontraktor, saya targetkan tanggal 25 Desember selesai untuk beton dan step kongkretnya. Harus selesai semua,” tegasnya.
Bima juga meminta kepada pihak kontraktor untuk menambah pekerja dan meningkatkan jam operasinalnya. Tidak tanggung, permintaan dalam meningkatkan jam operasional pembangunan ini harus dilaksanakan dari pagi sampai tengah malam.
Kendati demikian, dengan target yang diberikan, Bima ingin kualitasnya dalam pekerjaan tidam sembarangan meskipun, lanjut Bima, berpacu dengan waktu, tidak ada cara lain pekerjaan ini selesai kecuali dengan menambah pekerja dan waktu kerja.
“Saya juga minta pak lurah tiap hari disini untuk memonitor dan saya cek juga tadi dengan warga, dengan toko harus selesai semua persoalannya. Jangan menyisakan persoalan dengan warga terutama soal akses keluar masuk,” jelasnya.
“Saya minta pengawas jangan main-main, selalu diingatkan, PPK jangan lengah, harus lebih galak lagi untuk mengawasi bersama pengawas karena pekerjaan ini baru sekitar 21 persen,” katanya.
Ditempat yang sama, Kadis PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengaku, pihaknya terus berusaha menekan pihak ketiga atau kontraktor untuk percepatan pelaksanaan pekerjaan.
“Kami minta ditambah pekerjaan, sudah terlihat dengan betonisasinya, selama 3 hari sejak pak wali sidak pertama sudah naik 15 persen. Jadi sekarang sudah 20 persen. Mudah mudahan hingga akhir tahun progresnya bisa tercapai,” harapnya.
Terpisah, perwakilan pelaksana CV Putra Tanggeung Tumpal Panjaitan menegaskan, proyek pembangunan pedestrian dan jalur sepeda Jalan Jenderal Sudirman memang punya banyak kendala, mulai dari waktu pelaksanaan yang mepet, cuaca akhir tahun hingga kondisi kawasan kuliner dan perniagaan.
“Kita turun Surat Perintah Kerja (SPK) itu 17 November, kita kerja belum ada sebulan. Efektif kita mulai kerja itu 23 November, karena kita harus ukur ulang, kendala di lapangan karena ada jalur masuk ruko, tempat usaha. Kita koordinasikan itu dengan pemilik toko, parkir dan lainnya, karena nggak bisa asal gali tutup, makanya ada gejolak lah,” jelasnya.
Ia mengakui, progres pekerjaan hingga saat ini masih 19 persen. Tapi jika malam ini selesai pengecoran, besok sudah mencapai 30 persen. Sebab, pengecoran mesti dilakukan pada malam hari. Pihaknya juga mengaku sudah menambah pekerja dan waktu kerja hingga 24 jam demi mengejar target.
“Tapi kita nggak muluk-muluk, sampai batas akhir itu paling selesai 80 persen, kalau ternyata lebih ya Alhamdulillah. Kita nggak mau istlahnya ‘jual ngecap’, kita real saja, karena banyak kendala, belum lagi cuaca di akhir tahun,” pungkasnya. (Fik)
























Discussion about this post