BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pengelola Agrowisata PTPN I Regional 2 mengingatkan wisatawan yang hendak berkunjung ke kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, agar mewaspadai modus penipuan berkedok reservasi wisata. Peringatan itu disampaikan setelah ditemukan perubahan nomor kontak tidak resmi pada sejumlah platform digital, termasuk Google Maps.
Asisten Manajer Marketing and Sales Agrowisata PTPN I Regional 2, Lanita Marlina, mengatakan pihaknya menemukan indikasi peretasan pada akun digital yang terhubung dengan lokasi wisata. Perubahan data kontak tersebut diduga dimanfaatkan pihak tertentu untuk menawarkan layanan reservasi palsu kepada calon pengunjung.
“Kami tidak melayani reservasi melalui nomor atau akun di luar yang telah ditentukan. Pastikan informasi berasal dari kanal resmi sebelum melakukan pembayaran,” kata Lanita dalam keterangannya, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurut Lanita, seluruh transaksi resmi hanya dilakukan atas nama Agrowisata atau Perkebunan Nusantara. Karena itu, wisatawan diminta lebih teliti sebelum melakukan pembayaran dan tidak mudah percaya pada penawaran harga murah maupun promo yang sumbernya tidak jelas.
Pengelola juga menegaskan tidak bertanggung jawab atas transaksi yang dilakukan di luar jalur resmi. “Kami tidak bertanggung jawab atas transaksi di luar kanal resmi,” ujar dia.
Untuk menghindari penipuan, pengunjung diminta melakukan verifikasi ulang terhadap nomor layanan, akun media sosial, maupun informasi reservasi sebelum mentransfer pembayaran.
Adapun nomor layanan resmi Agrowisata PTPN I Regional 2 meliputi Gunung Mas di nomor 08112051616, Rancabali Ciwidey 085320371165, Malabar 08112049090, dan Dago Bandung +62811-2000-255.
Lanita mengatakan pengelola akan memperketat pengawasan terhadap kanal digital dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna menindaklanjuti dugaan penipuan tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan agrowisata di bawah pengelolaan PTPN I Regional 2.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post