BogorOne.co.id | Jakarta – Pengertian seni tari yaitu gerak badan secara berirama yang dilakukan di tempat serta waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkap perasaan maksud serta pikiran.
Irama atau bunyi-bunyian yang dimaksud adalah musik pengiring tari yang mengatur gerakan penari serta menguatkan maksud yang akan disampaikan.
Secara umum seni tari adalah cabang seni yang mengungkapkan keindahan, ekspresi, hingga makna tertentu melalui media gerak tubuh yang disusun dan diperagakan.
Gerakan dibuat sedemikian rupa untuk memberikan satu penampilan dan juga pengalaman yang menyenangkan ataupun menumbuhkan gambaran yang baru bagi penontonnya.
Selain berfungsi untuk pertunjukan, tarian bisa dimaksudkan sebagai pengisi upacara-upacara tertentu dan biasanya yang sering sekali menggunakan tarian pada upacara ini seperti upacara adat atau ritual keagamaan tertentu.

Untuk mempelajari seni tari lebih lanjut, kita simak tiga unsur utama dalam seni tari, yakni wiraga, wirama, dan wirasa. Berikut ini penjelasannya melansir laman CNNedu.
1. Wiraga (raga)
Unsur seni tari pertama adalah wiraga, yang berarti keterampilan secara raga atau fisik untuk menggerakkan setiap gerakan badan baik dalam posisi berdiri serta duduk.
Contoh unsur raga ini ada keterampilan menggerakkan jari-jari tangan, bahu, leher, mimik wajah, dan anggota tubuh yang lain, sehingga menciptakan sebuah gerakan.
Setiap gerakan pada seni tari harus bersifat ritmis, dinamis, dan estetis, supaya pesan dari tarian tersebut bisa tersampaikan.
2. Wirama (irama)
Unsur utama dalam seni tari yang kedua yaitu wirama. Irama merupakan musik yang mengiringi sebuah tarian.
Dengan unsur irama, penari dapat menyelaraskan antara musik dan gerakan tarian supaya bisa sejalan bersamaan.
Irama musik juga menjadi tanda untuk menunjukkan kapan gerakan tari harus dimulai, sesi jeda dan berakhir.
3. Wirasa (rasa)
Seni tari harus mampu menyampaikan pesan dan perasaan melalui gerakan tarian dan ekspresi penarinya.
Seorang penari perlu menjiwai setiap makna dari sebuah tarian secara mendalam, baik itu dalam bentuk emosional sampai gerakan.
Sebagai contoh, jika seorang penari membawakan tarian tentang kisah putri raja yang anggun, maka pembawaannya harus gemulai dengan senyum simpul. (Ir-v)






























Discussion about this post