BogorOne.co.id | Jakarta – Sebagian orang yang sedang menjalani program diet kerap mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi nasi. Padahal, tubuh tetap membutuhkan asupan karbohidrat sebagai sumber energi utama untuk mendukung aktivitas harian.
Kekurangan karbohidrat dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami gangguan metabolisme jika berlangsung dalam jangka panjang.
Ahli gizi menyarankan agar masyarakat tidak serta-merta menghindari semua bentuk karbohidrat. Karbohidrat kompleks dinilai lebih sehat karena memiliki nilai gizi tinggi, dicerna lebih lambat, serta tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Jenis karbohidrat ini juga memberikan rasa kenyang lebih lama.
Mengutip Harvard Health, Kamis 7 Agustus 2025, terdapat delapan jenis makanan yang bisa menjadi pengganti nasi dalam memenuhi kebutuhan karbohidrat harian:
- Ubi jalar
Mengandung serat, vitamin A, dan antioksidan. Ubi memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi putih, serta bermanfaat bagi sistem pencernaan dan imun tubuh. - Kentang
Jika direbus atau dikukus tanpa minyak berlebih, kentang tetap aman dikonsumsi saat diet. Kandungan kalium dan vitamin C-nya juga baik untuk tubuh. - Jagung
Kaya karbohidrat, serat, dan vitamin B kompleks. Jagung dapat diolah menjadi bubur atau camilan sehat yang membantu menjaga kadar gula darah. - Quinoa
Biji-bijian bebas gluten yang tinggi protein, serat, dan magnesium. Teksturnya mirip nasi dan cocok dikombinasikan dalam berbagai menu. - Oatmeal
Mengandung beta glucan yang membantu menurunkan kolesterol dan memperpanjang rasa kenyang. Oatmeal dapat diolah sebagai hidangan gurih. - Singkong
Sumber karbohidrat alami yang mudah diolah dengan cara direbus atau dipanggang. Mengandung resisten pati yang baik untuk kesehatan usus. - Barley (jelai)
Biji-bijian rendah kalori dan tinggi serat. Dikenal mampu menstabilkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. - Sorgum
Bebas gluten, tinggi serat, dan mengandung antioksidan. Cocok bagi penderita intoleransi gluten dan membantu pengendalian berat badan.
Pemilihan jenis karbohidrat yang lebih sehat dinilai penting dalam menjaga keseimbangan nutrisi dan mendukung program diet yang berkelanjutan.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post