BogorOne.co.id | Kota Bogor – Sedikitnya 200 orang warga Kota Bogor meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona (Covid-19) yang masuk dan melanda Indonesia sejak tahun lalu.
Dari data yang dimiliki Pemerintah Kota Bogor total kasus kematian akibat virus Corona di Kota Bogor per Selasa (02/03/21) mencapai 200 orang.
Sementara data terkonfirmasi kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 54 orang. Sehingga, sehingga jumlah akumulatif kasus terkonfirmasi menjadi 12.185 orang.
Dengan rincian tersebut, kasus aktif Covid-19 di Kota Bogor saat ini ada 1.189 orang. Kasus aktif adalah pasien yang masih terkonfirmasi positif virus corona, dan masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri.
Sementara, jumlah kasus kesembuhan atau pasien yang sudah selesai menjalani isolasi sebanyak 10.796 orang. Angka tersebut jauh melebihi prediksi yang diperhitungkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor.
Saat menjadi pembicara dalam talk show bertajuk “Update RS Darurat Wisma Atlet” Kesiapan Rumah Sakit Darurat Daerah” yang digelar di Jakarta, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, akumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Bogor bisa mencapai sekitar 11.000 kasus di akhir tahun 2021.
Bima menyatakan, prediksi yang disampaikannya diperolehnya dari perhitungan ahli epidemiologi yang kemudian dikalkulasikan oleh tim dari Pemerintah Kota Bogor.
Diakui Politisi PAN itu, berdasarkan kalkulasi tim dari Pemerintah Kota Bogor, jika tingkat efektivitas vaksin Covid-19 pada kisaran 80 persen, maka kemungkinan besar pada akhir tahun 2021, akumulatif kasus positif Covid-19 ada sekitar 11.000 kasus.
“Artinya jumlah target sasaran yang divaksin itu terpenuhi di Kota Bogor, yakni usia produktif, kemudian angkanya juga baik,” ungkapnya.
Masih kata Bima, berbagai upaya sudah dilakukan Pemkot Bogor untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Dimulai dengan mengeluarkan kebijakan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dilanjutkan, dengan pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSMBK), pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), hingga kebijakan sistem ganjil genap akhir pekan untuk kendaraan bermotor.
Menurutnya, aturan ganjil genap mampu mengurangi mobilitas warga serta menekan angka kasus Covid-19. “Dampaknya cukup efektif, terbukti tren kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan cukup signifikan,” ungkap dia.
Bima menuturkan, setelah mengevaluasi data seminggu terakhir dari semua indikator menunjukkan tren baik. Ia menyebut, angka kasus aktif Covid-19 turun dari 11,7 persen menjadi 9,8 persen.
Angka kesembuhan naik dari 86,7 persen menjadi 88,6 persen. Angka kematian turun menjadi 1,6 persen dari sebelumnya 1,7 persen, dan angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di rumah sakit turun dari 48,5 persen menjadi 44,2 persen.
“Dari semua indikator semakin membaik, ini tidak saja dampak dari vaksin yang mungkin sudah mulai bekerja, tetapi juga dampak dari berbagai macam kebijakan Pemkot dan Forkompinda, seperti PPKM Mikro dan ganjil genap,” jelasnya.
Pihaknya akan lebih memperkuat kebijakan PPKM. Mulai dari pembentukan posko, memperkuat koordinasi di lapangan, serta akan ada simulasi khusus dengan 36 lurah baru bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor. (Fik)
























Discussion about this post