BogorOne.co.id | Kota Bogor – Camat Bogor Tengah, Kota Bogor Abdul Wahid mengajak lurah dan jajaran stafnya bertolak ke Cianjur untuk mengunjungi titik-titik lokasi bencana serta memberikan bantuan kepada para korban, Senin (28/11/22).
Sedikitnya ada lima titik bencana dan tempat pengungsian di Kecamatan Cugenang yang dikunjungi di diantaranya Kampung Pasir Sapi, Desa Sukamulya, Cugenang. Dinpengungsian dari 4 RT ada 450 KK dengan jumlah sekitar 1.000 jiwa.
Lalu, di Kampung Kedung Girang RT 02 RW07 Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Dilokasi pengungsian tersebut sedikitnya ada 183 KK dengan jumlah 530 jiwa mulai anak-anak hingga lansia.
Bantuan yang disalurkan hasil penggalangan dari para ASN dan donatur merupakan sembako, perlengkapan pakaian hingga tempat tidur, yakni satu ton beras, seribu dus Indomie, gila, minyak goreng, susu anak, pempers anak, terpal hingga matras
Abdul Wahid mengatakan, duka di Cianjur merupakan duka bersama, sehingga dirinya mengajak untuk bahu membahu, memberikan suport hingga memenuhi berbagai kebutuhan para korban.
“Ya, duka saudara-saudara kita di Cianjur merupakan duka bersama, saya berkunjung ke sini untuk memberikan motivasi kepada para korban, agar warganya sabar dalam menghadapi cobaan ini. Kami akan selalu ada membantu,” jelasnya.
Dia menuturkan, hingga tiba di lokasi membutuhkan perjuangan, karena harus berputar-putar nyari alamat dengan rute jalan yang kecil dan kondisinya memprihatinkan. “Tempat yang kami kunjungi memang benar-benar terisolir,” ungkapnya.
Ditempat pengungsian Hasan mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Camat, atas kepeduliannya yang mengorbankan harta serta waktunya untuk membantu para korban.
“Untuk pak camat dan para donatur serta saudara-saudara dari Bogor yang telah jauh-jauh kesini untuk membantu kami, saya ucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya, semoga kebaikannya di balas berlipat ganda oleh Allah,” ucapnya.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) korban meninggal dunia memcapai 321 jiwa, sudah teridentifikasi 122 jiwa dan ada 11 jiwa dinyatakan hilang.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, jumlah pengungsi sampai hari ini mencapai 73.874 orang. Rinciannya, pengungsi laki-laki 33.713 orang, perempuan 40.161 orang, penyandang disabilitas 92 orang, ibu hamil 1.207 orang, dan lansia 4.240 orang.
Secara keseluruhan, ada 325 titik pengungsi yang tersebar di semua wilayah Cianjur. Dari total titik pengungsian, 183 di antaranya titik pengungsi dengan jumlah di atas 25 orang.
“Kemudian ada 142 titik pengungsian mandiri, artinya masyarakat yang mendirikan tempat-tempat pengungsian di sekitar rumahnya masing-masing dengan kekuatan (jumlah pengungsi) di bawah 25 orang,” tandasnya.
Selain itu, gempa bumi di bumi tataran Sunda itu juga mengakibatkan kerusakan rumah sebanyak 22.198. Dari jumlah tersebut 12.641 masuk kategori rusak berat, 2.071 rusak sedang dan 6.570 rusak ringan.
Sejumlah titik terparah tempat tersebut terjadi di sekitar 12 kecamatan antaralain Kecamatan Cianjur, Karang Tengah, Warung Kondang, Gekbrong, Cugenang, Cilaku, Cibeber, Sukaresmi, Bojong Picung, Sukaluyu dan Kecamatan Pacet. (Fry)
























Discussion about this post