BogorOne.co.id | Kota Bogor – Proyek pelebaran dan revitalisasi Jembatan Otista (Otto Iskandardinata) yang menelan anggaran sebesar Rp52,6 Miliar akan akan dilaksanakan pada April 2023 atau setelah Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Bogor Rena Da Frina mengatakan, tahapan saat ini sudah dilelang di Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor.
“Jika proses lelang berjalan lancar, yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, pengerjaan bisa dimulai pada April 2023 atau setelah lebaran,” kata Rena belum lama ini.
Menurut Rena, bahwa proses tender proyek Jembatan Otista akan memakan waktu sekitar sebulan untuk hingga ditetapkannya pemenang lelang.
“Proyek Jembatan Otista sudah tayang lelang, mudah-mudahan sebulan dari sekarang bulan April sudah dapat pemenangnya,” ujarnya.
Dia berharap, proses lelang proyek Jembatan Otista berjalan lancar sesuai jadwal dan jangan sampai mengalami gagal lelang.
“Kami berharap tidak akan ada gagal lelang. Sudah disampaikan Kabag PBJ bahwa tidak ada yang ‘mengunci’, tidak ada spek yang mengunci, atau dengan kata lain mengarah pada satu orang atau satu perusahaan tertentu sebagai )calon pelaksana),” ujarnya.
Dijelaskannya, bawah pekerjaan Mega proyek yakni Jembatan Otista akan menelan waktu selama 7 bulan. Selama itu pula akses Jalan Otista ditutup total.
“Sebab pekerjaan itu yang besar dan harus dibongkar semua bangunannya, jadi tidak ada lalu lalang area pekerjaan harus clear,” tandasnya.
Masihbkata Rena, bahwa secara teknis, akan ada penutupan area pekerjaan 150 meter dari Sungai Ciliwung ke arah SDN Bangka.Untuk sisa lainnya, penutupan dilakukan 50 meter ke arah Warung Bogor Jalan Otista.
Sebab, kata dia, ada beberapa alat berat yang masuk seperti crane hingga dump truck, sehingga berbahaya jika ada warga melintas. “Jadi ditutup nggak boleh ada warga melintas. Itu sudah kita sosialisasikan ke kecamatan dan kelurahan,” jelasnya.
Lanjut Rena Untuk trotoar, masih bisa digunakan hingga batas area pekerjaan. Termasuk kendaraan yang akan diberi fasilitas U Turn baik di sekitaran SDN Bangka maupun Warung Bogor.
“Pihak ketiga nantinya juga harus menjamin bahwa tidak ada dampak untuk warga sekitar. Kalau pun berdampak, mereka harus bertanggung jawab nantinya,” pungkasnya. (Fry).
























Discussion about this post