BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menggandeng TNI untuk mengembangkan kawasan percontohan pertanian terpadu di sepanjang ruas Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang). Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar, Jumat, 5 Juni 2026.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan rapat membahas percepatan pembangunan Jalan Bomang sekaligus optimalisasi lahan di sepanjang jalur tersebut untuk mendukung program ketahanan pangan.
“Kami membahas percepatan pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang serta pengembangan lahan ketahanan pangan sebagai kawasan percontohan pertanian terpadu di Kabupaten Bogor,” kata Rudy.
Menurut dia, Jalan Bomang merupakan ruas strategis yang melintasi tiga kecamatan dan menjadi prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas, mobilitas warga, serta pertumbuhan ekonomi wilayah.
Namun, pembangunan jalan tersebut belum sepenuhnya rampung. Dari empat lajur yang direncanakan, hingga kini baru dua lajur yang selesai dibangun. Selain itu, flyover yang direncanakan menghubungkan Jalan Tegar Beriman dengan Jalan Bojonggede-Kemang juga belum terealisasi.
“Jalur Bomang itu ada empat lajur yang sudah terbangun dari tahun 2025, tuntas dua lajur. Jadi harusnya empat lajur, baru selesai dua lajur. Flyovernya pun belum ada,” ujar Rudy.
Pemkab Bogor menargetkan pembangunan flyover tersebut pada 2027. Sementara itu, penyelesaian dua lajur yang tersisa menghadapi kendala kondisi lahan yang cekung sehingga membutuhkan biaya dan waktu yang besar apabila harus dilakukan penimbunan.
“Empat lajur tersebut yang lajur tengah, menurut kami dalam waktu satu tahun, dua tahun, bahkan lima tahun ke depan, sulit untuk kita realisasikan menjadi empat lajur, karena kondisi hari ini lahannya cekung,” tutur Rudy.
Sebagai alternatif, pemerintah daerah mengkaji pembangunan jalan layang. Jika rencana tersebut terealisasi, kawasan di bawah dan sepanjang jalur Bomang dapat dimanfaatkan sebagai lahan produktif.
Rudy memperkirakan lahan yang tersedia mencapai sekitar 240.000 meter persegi atau setara 24 hektare, hasil perhitungan dari panjang jalur sekitar 8 kilometer dengan lebar rata-rata 30 meter.
Lahan itu direncanakan menjadi kawasan percontohan pertanian terpadu yang dikembangkan bersama TNI. Kawasan tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mempelajari praktik pertanian secara langsung.
“Kami ingin berkolaborasi dengan TNI supaya masyarakat umum bisa melihat, supaya masyarakat umum bisa mencontoh, supaya masyarakat umum bisa belajar,” kata Rudy.
Menurut dia, keberadaan lahan pertanian di koridor jalan utama dapat memudahkan masyarakat mengakses dan mempelajari sektor pertanian.
“Biasanya lahan pertanian harus diakses dari jalan yang rusak, naik ke gunung di pedesaan. Maka pada saat lahannya ada di sini, kami mengundang Bapak Ibu sekalian untuk kita kolaborasikan bersama-sama,” ujarnya.
Pemkab Bogor berharap kawasan Jalan Bomang ke depan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan demonstrasi pertanian terpadu yang mudah dijangkau masyarakat.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post