BogorOne.co.id | Bogor – Ramadhan menjadi satu bulan yang sangat ditunggu dan banyak ibadah berpahala jika melaksanakan di saat berpuasa.
Lalu, benarkah ada Hadits yang menyatakan bahwa tidur orang puasa bernilai ibadah? Melansir laman inilahfikih, marilah simak penjelasannya.
Hadis tentang tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah merupakan hadis yang tidak shahih. Hadis ini diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Abdullah bin Abi Aufa.
Hadis ini juga disebutkan Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin.
“Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan dan amalnya dilipatgandakan.”
Dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang bernama Ma’ruf bin Hassan dan Sulaiman bin Amr An-Nakha’i. Setelah membawakan hadis di atas, Al-Baihaqi memberikan komentar,
“Ma’ruf bin Hassan itu dhaif, sementara Sulaiman bin Amr lebih dhaif dari dia.”
Dalam Takhrij Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Iraqi mengatakan, “Sulaiman An-Nakha’i termasuk salah satu pendusta.” Hadis ini juga dinilai dhaif oleh Imam Al-Munawi dalam kitabnya, Faidhul Qadir Syarh Jami’us Shaghir.
Tidur bagi orang yang berpuasa boleh-boleh saja, hanya saja hendaknya tidak berlebihan karena mengingat waktu ramadhan adalah peluang yang sangat besar untuk melakukan ibadah sebanyak-banyaknya.(Ir-v)

























Discussion about this post