BogorOne.co.id | Bogor– Stres dan depresi adalah dua kata berbeda yang sering kali diartikan sama dan banyak yang mengira stres sama dengan depresi.
Stres adalah jenis ketegangan yang muncul akibat kehidupan sehari-hari. Sedangkan, depresi adalah perubahan suasana hati yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon
Stres merupakan satu respon alami tubuh terhadap kondisi tertentu yang memberikan tekanan berlebih terhadap fisik dan emosi.
Ketika stres tidak ditangani dan bertambah parah serta berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi ini akan berubah menjadi depresi.
Melansir Web MD, terlalu banyak paparan stres atau kronis bisa menyebabkan depresi bagi kelompok rentan dan beberapa orang stres berujung depresi bisa dipicu peristiwa seperti menikah atau memulai pekerjaan.
Stres sering ditandai dengan sulit tidur di malam hari, tubuh gemetar, kaki terasa dingin dan berkeringat, mulut kering, sulit menelan, hingga menurunnya hasrat seksual.
Selain ciri fisik, stres bisa menyebabkan seseorang mengalami perubahan kognisi. Kondisi ini membuat seseorang sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis dan berpikir negatif.
Sementara mereka yang memiliki depresi biasanya memiliki beberapa gejala seperti, kehilangan energi, perubahan nafsu makan, gangguan tidur bisa berlebihan, bisa juga kurang dari lama tidur biasanya.
Sering cemas, menurunnya kemampuan berkonsentrasi, ketidakmampuan membuat keputusan, rasa tidak tenang, perasaan tidak berguna, bersalah atau putus asa dan pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
Pada dasarnya, gejala yang sering muncul sebagai tanda stres bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung pada penyebab dan ketahanan tubuh.
Namun, ada beberapa tanda yang dapat muncul pada tubuh saat mengalami stres, salah satunya adalah perubahan emosi seperti mudah gusar dan merasa frustasi.
Sedangkan gejala depresi akan berbeda juga tergantung dari jenis serta tingkat keparahan tapi gejala umumnya yakni frustasi dan tidak berkonsentrasi.
Gejala stres dan depresi hampir mirip sehingga sulit untuk membedakan keduanya tetapi orang yang mengalami depresi memiliki kondisi yang lebih serius.
Keadaan itu akan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan secara medis.
Dengan mengetahui perbedaan antara stres dan depresi tersebut, Anda bisa langsung melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.(Ir-v)
























Discussion about this post