BogorOne.co.id | Kota Bogor – Rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Munaslub APEKSI), Dasa Warsa, dan Inagurasi di akhir periode Wali Kota Bima Arya dan Wakil Wali Kota Dedie A Rachim yang akan menguras duit rakyat sebesar Rp6 miliar terus menjadi sorotan.
Derasnya kritikan itu bukan tanpa alasan, tetapi karena tingginya kebutuhan anggaran. Padahal, Pemkot Bogor sempat mengalami defisit di APBD Tahun Anggaran 2023 hingga Rp147 miliar.
Anggota DPRD Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri mempertanyakan urgensi Inagurasi dan Munaslub tersebut. Bahkan, ia menyebut bahwa anggaran tersebut adalah ‘anggaran huru hara’.
“Apa outputnya bagi warga Kota Bogor? Lebih baik pemerintah fokus saja kepada program-program yang dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya Gus M sapaan akrabnya kemarin.
Politisi PPP itu menyarankan, akan lebih baik apabila capaian akhir tahun masa kepemimpinan Bima Arya dan Dedie A Rachim lebih baik dipublikasikan cukup dengan menggunakan media massa dan media sosial (medsos).
Menurut dia, dengan cara itu mana anggarannya lebih minim sementara impactnya akan lebih besar.
“Saya pikir nggak perlu dengan acara yang wah. Asalkan dikemas semenarik mungkin di medsos, masyarakat akan tahu. Bukan cuma di Kota Bogor, bahkan bisa se-Indonesia,” ujarnya.
Dirinya juga menyinggung mengenai kegiatan yang dinilai lebih tepat bila dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Kalaupun tetap mau dilaksanakan jangan Disparbud sebagai leading sector, sebab ini kan refleksi masa akhir jabatan, lebih baik di Bappeda atau Tapem,” ucapnya.
Gus M mengungkapkan, pihaknya sama sekali tak menolak adanya perhelatan tersebut, asalkan tidak memberatkan APBD. “Kami dukung saja, kalau tak memberatkan APBD. Karena itu lebih baik menggunakan anggaran sponshorship saja,” katanya.
Sedangkan APBD Perubahan 2023, kata dia, lebih baik difokuskan untuk kegiatan-kegiatan yang dapat langsung dirasakan masyarakat. (Fry)

























Discussion about this post