BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kasus Covid-19 di Kota Bogor muncul tiga kluster besar. Hal itu menjadi perhatian banyak pihak tak terkecuali dari PCNU Kota Bogor.
Seperti diketahui, ketiga kluster itu antaralain, kluster Griya Melati dengan jumlah positif mencapai 95 orang, kluster Pondok pesantren Bina Madani jumlah positif 65 orang dan terakhir kluster Puskesmas Kayu manis 11 tenaga kesehatan (nakes) dinyatakan positif.
Menanggapi kasus yang menimpa pondok pesantren, Ketua PCNU Kota Bogor Rommy Prasetya turut berempati dan mendoakan untuk kesembuhan para santri.
Pihaknya juga menilai bahwa untuk klaster pesantren membutuhkan penanganan secara khusus. Karena
Pesantren itu bagian dari lembaga pendidikan Islam. Bahkan ada yang tradisional dan ada yang modern.
“Untuk menanganinya butuh penanganan dan koordinasi khusus dengan ormas seperti kami, Nahdlatul Ulama,” ungkap Rommy.
Melalui koordinasi dengan ormas keislaman, lanjut Rommy, diharapkan bisa melakukan pendekatan kepada para pimpinan dan pengasuh pondok pesantren.
“Apalagi jika pesantren itu pesantren tradisional yang memiliki kekhususan, maka Satgas Covid-19 Kota Bogor diharapkan untuk berkoordinasi,” tegas Rommy.
Sementara itu, untuk penanganan ke depannya, Rommy meminta pemerintah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan serta sarana dan prasarana untuk santri maupun pesantren sebelum dilakukan SWAB massal.
“Kami mendapat masukan dari para kyai agar ketika akan dilakukan SWAB massal di lingkungan pondok pesantren, supaya dipastikan segala sesuatunya. Termasuk juga menjaga privasi santri dan pesantren untuk menjaga psikis santri maupun wali santri,” pungkasnya. (Fry)
























Discussion about this post