BogorOne.co.id | Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi terhadap 10.440 sekolah di seluruh Indonesia mulai tahun ini. Program tersebut akan dijalankan secara bertahap, dengan pelaksanaan awal direncanakan mulai Juli 2025.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Prof Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa revitalisasi akan menggunakan skema swakelola guna mempercepat proses pelaksanaan.
“Kalau dilaksanakan secara bertahap mungkin perlu waktu 10 tahun, tetapi kita harus segera bergerak,” ujar Atip saat kunjungan kerja ke Desa Wombo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (12/6/2025).
Program revitalisasi akan mencakup perbaikan pada tiga kategori kondisi bangunan sekolah, yakni rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Kemendikdasmen menekankan pentingnya akurasi data kondisi sekolah sebagai dasar pelaksanaan.
Untuk itu, Atip meminta dinas pendidikan di kabupaten/kota segera melakukan verifikasi dan melaporkan data lengkap ke pemerintah pusat.
“Pemerintah tidak perlu basa-basi lagi karena harus bergerak cepat. Revitalisasi ini harus dilaksanakan mulai tahun ini,” tegasnya.
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga akan memulai pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) pada tahun ini. Pelaksanaan program USB pun akan mengacu pada data dari pemerintah daerah.
Revitalisasi dan pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah, terutama antara kawasan barat dan timur Indonesia.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post