BogorOne.co.id | Cibinong – Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 berdampak terhadap rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Jadwal PTM belum pasti karena
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hingga saat ini masih menunggu arahan pemerintah pusat.
Bupati Bogor Ade Yasin, mengatakan, pihaknya masih menunggu Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri soal wacana digelarnya PTM awal Juli. Dan da mengaku enggan mau mengambil risiko dengan menggelar PTM saat lonjakan kasus Covid-19 terjadi.
“Kita juga nggak bisa teledor ya dalam memutuskan. Lebih baik menunggu keputusan pusat, kemudian disesuaikan di sini kebutuhannya seperti apa,” kata Ade Yasin.
Meski begitu, Ade Yasin mengungkapkan jika selama ini proses uji coba PTM berjalan dengan baik dan tidak ada kasus penularan kepada siswa. Namun soal penyelenggaraan PTM secara serentak ini, ia menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah pusat.
Di sisi lain, Pemkab Bogor saat ini terus menggalakkan program vaksinasi terhadap guru. Bahkan dari target 37 guru saat ini, sebanyak 25 ribu lebih guru telah divaksin.
“Ya, jadi agar ketika pemerintah pusat menginstruksikan penyelenggaraan PTM, maka seluruh guru harus siap melaksanakannya. Untuk berjaga-jaga, vaksinasi kepada guru terus dilakukan. Mudah-mudahan selesai dalam waktu dekat,” paparnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah, mengaku tengah melakukan berbagai persiapan jelang diselenggarakannya PTM.
Ia kemudian menginstruksikan agar sekolah-sekolah menerapkan protokol kesehatan (prokes) jika PTM diselenggarakan. “Meski belum ada keputusan pasti soal PTM, kita tetap bersiap-siap. Sebab, sejauh ini banyak sekali persiapan yang harus dilakukannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) memprioritaskan vaksinasi terhadap tenaga pendidik. Terlebih, saat ini baru 25 ribu guru yang divaksin. (Red)
























Discussion about this post