BogorOne.co.id | Jakarta – Rumah produksi Project69 (P69) tengah menyiapkan film drama thriller berjudul Yang Terluka yang mengangkat isu kekerasan seksual berbasis digital. Film garapan sutradara sekaligus penulis naskah Rico Michael ini menyoroti maraknya eksploitasi perempuan di dunia maya di tengah penggunaan media sosial yang kian meluas.
Rico Michael mengatakan, film tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap banyaknya kasus kekerasan digital yang menimpa perempuan. Ia menegaskan, Yang Terluka bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk refleksi sosial terhadap kondisi masyarakat yang sering mengabaikan suara korban.
“Di tengah derasnya arus media sosial, banyak perempuan menjadi korban kekerasan seksual berbasis digital. Tubuh mereka kerap dieksploitasi, harga dirinya direnggut, dan suara mereka dibungkam,” ujar Rico Michael dikutip dari beritasatu.com, Selasa, 14 Oktober 2025.
Rico menuturkan, ide pembuatan film ini terinspirasi dari berbagai kisah nyata, seperti kasus perempuan di Malang yang mengakhiri hidupnya setelah video pribadinya tersebar, hingga siswi SMA di Kalimantan Barat yang diancam mantan pacar karena menolak kembali menjalin hubungan. Ia juga menyinggung fenomena konten deepfake yang memalsukan wajah perempuan untuk video pornografi.
“Selain kasus-kasus tersebut, masih ada ratusan laporan kekerasan digital di Komnas Perempuan yang belum tertangani tuntas. Dari sinilah inspirasi film ini muncul,” tambahnya.
Film Yang Terluka dibintangi sejumlah aktor dan aktris, antara lain Vinessa Inez, Dennis Adhiswara, Chika Waode, Dwi Sasono, Rifky Balweel, Fanny Ghassani, Jinan Safa, Sari Koeswoyo, dan Gibran Marten.
Produser Donnie Sjech menyebut film ini tidak hanya menampilkan drama emosional, tetapi juga membawa pesan sosial tentang keberanian dan keadilan gender.
“Ini bukan film biasa. Kami ingin menyampaikan bahwa ‘malu’ itu bukan milik korban, tetapi pelaku. Tubuh dan martabat perempuan tidak boleh dijadikan alat penghakiman,” ujarnya.
Saat ini, Yang Terluka memasuki tahap workshop dan reading, dengan proses produksi dijadwalkan dimulai pada pertengahan November 2025.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post