BogorOne.co.id | Jakarta – Hampir 12 tahun setelah pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 hilang di Samudra Hindia, pencarian terhadap puing-puing Boeing 777 yang mengangkut 239 orang itu dijadwalkan kembali dilanjutkan.
Mengutip CBS News, Rabu, 31 Desember 2025, misi pencarian terbaru akan memanfaatkan kemajuan teknologi drone berpemandu otomatis untuk eksplorasi laut dalam.
Pencarian awal pesawat MH370 sebelumnya mencakup area lebih dari 46 ribu mil persegi di lepas pantai barat Australia. Berdasarkan analisis terbaru yang menggabungkan data arus laut dan angin, area pencarian kini dipersempit menjadi sekitar 5.800 mil persegi dengan tingkat probabilitas tertinggi.
Perusahaan robotika laut dalam asal Inggris-Amerika, Ocean Infinity, akan memimpin operasi tersebut. Meski belum mengungkap lokasi pencarian terbaru, perusahaan itu menyatakan akan mengerahkan armada drone bawah air tercanggih untuk mengungkap keberadaan bangkai pesawat.
Kendaraan bawah air otonom atau autonomous underwater vehicles (AUV) yang digunakan mampu menyelam hingga hampir 20 ribu kaki dan beroperasi selama 100 jam. Drone ini dilengkapi sonar pemindaian samping untuk menghasilkan citra tiga dimensi dasar laut, termasuk objek yang berada di atas maupun di bawah sedimen.
Selain itu, AUV juga dilengkapi magnetometer untuk mendeteksi logam dari kemungkinan reruntuhan pesawat. Jika ditemukan objek mencurigakan, kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh akan diterjunkan untuk pemeriksaan lanjutan.
Hingga kini, kurang dari 30 fragmen yang diyakini berasal dari MH370 telah ditemukan terdampar di sejumlah pantai di kawasan Samudra Hindia.
Pesawat MH370 diketahui lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014 sebelum dinyatakan hilang. Sampai saat ini, belum ditemukan jenazah awak maupun penumpang yang berasal dari 14 negara, termasuk China, Australia, Prancis, Amerika Serikat, Ukraina, dan Rusia.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post