BogorOne.co.id | Jakarta – Kementerian Pertanian (kementan) memastikan stok cabai di Provinsi Jawa Barat mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Pemerintah menyebut pasokan relatif aman untuk menghadapi peningkatan permintaan selama hari besar keagamaan.
Berdasarkan neraca cabai Jawa Barat, produksi cabai rawit pada Februari 2026 tercatat 34.463 ton. Adapun kebutuhan masyarakat sebesar 16.578 ton, sehingga terdapat surplus 17.885 ton. Pada Maret 2026, produksi diperkirakan meningkat menjadi 78.963 ton dengan kebutuhan 23.946 ton. Dengan demikian, neraca menunjukkan potensi surplus 55.018 ton.
Data tersebut menunjukkan pasokan cabai di Jawa Barat berada dalam kondisi positif menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus mengawal ketersediaan dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan aneka cabai menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut dia, penguatan produksi di sentra-sentra utama, pengendalian distribusi, serta koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Sebagai salah satu sentra cabai nasional, Jawa Barat ditopang luas panen di sejumlah daerah penghasil. Hasil pemantauan menunjukkan luas panen cabai di Kabupaten Bandung mencapai 400 hektare, Kabupaten Garut 485 hektare, dan Kabupaten Sumedang 250 hektare. Pemerintah berharap produksi dari daerah-daerah tersebut mampu menopang kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post