BogorOne.co.id | Jakarta – Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak negara-negara di dunia mengambil langkah konkret setelah hampir 300 jurnalis dilaporkan tewas sejak eskalasi konflik di Gaza.
Mengutip Syrian Arab News Agency, Selasa (5/5/2026), lembaga tersebut menilai respons internasional sejauh ini belum cukup karena masih didominasi kecaman dan pernyataan solidaritas. PBB menekankan perlunya tindakan nyata, termasuk memastikan akuntabilitas, memperkuat perlindungan terhadap jurnalis, serta membuka akses bagi media internasional untuk meliput secara independen di Gaza.
Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Türk, mengatakan konflik berkepanjangan telah menjadikan Gaza sebagai tempat yang sangat berbahaya bagi jurnalis. Ia menyebut mayoritas korban merupakan jurnalis lokal yang tetap bertugas di tengah keterbatasan akses dan kondisi keamanan.
Menurut Türk, jurnalis lokal memiliki peran penting dalam mendokumentasikan peristiwa di wilayah konflik, terutama saat akses media internasional dibatasi. Ia mendorong pemerintah di berbagai negara untuk menyelidiki setiap dugaan pelanggaran terhadap jurnalis dan menindak pihak yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Serikat Jurnalis Palestina menyatakan kebebasan pers di Palestina terus menghadapi tekanan akibat serangan dan berbagai pelanggaran selama konflik berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan berdekatan dengan peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei, yang kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap jurnalis serta kebebasan pers di tengah konflik.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post