BogorOne.co.id | Tobelo – Tim SAR gabungan menghadapi hambatan berat dalam pencarian tiga pendaki yang hilang saat erupsi Gunung Dukono. Aktivitas vulkanik yang masih tinggi membuat proses pencarian di kawasan gunung berlangsung berisiko.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan erupsi masih terus memuntahkan material vulkanik yang membahayakan tim penyelamat di lapangan. “Gunung Dukono sampai saat ini masih terus erupsi dan mengeluarkan material-material yang cukup besar sehingga membahayakan anggota tim SAR gabungan yang melaksanakan pencarian,” kata Iwan, Sabtu, 9 Mei 2026.
Operasi pencarian dilakukan setelah 20 pendaki meminta evakuasi ketika erupsi terjadi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026. Tim SAR memulai operasi sejak pukul 10.00 WIT hingga 21.20 WIT.
Dari total pendaki yang terjebak, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka terdiri atas tujuh warga negara asing dan 10 warga negara Indonesia.
Adapun tiga pendaki lainnya hingga kini belum ditemukan. Mereka terdiri atas dua warga negara asing asal Singapura dan satu warga negara Indonesia.
Menurut Iwan, pencarian terkendala medan terjal, cuaca buruk, serta hujan abu vulkanik yang terus mengguyur kawasan gunung. Material batuan kecil yang terlontar dari kawah juga membuat tim harus bergerak lebih hati-hati.
Sementara itu, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, meninjau para korban selamat yang dirawat di RSUD Tobelo. Pemerintah daerah memastikan seluruh korban, termasuk warga negara asing, mendapat penanganan medis.
“Kami melakukan pelayanan secara maksimal kepada mereka. Nantinya mereka akan dikembalikan menuju Ternate dan dipulangkan ke negara asal,” ujar Piet Hein.
Hingga hari kedua pencarian, aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi. Gunung api itu dilaporkan menyemburkan abu setinggi sekitar 3.000 meter di atas puncak.
Pos pengamatan gunung api mengimbau warga dan pendaki tidak mendekati kawah dalam radius empat kilometer. Status Gunung Dukono saat ini berada pada level II atau waspada.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post