BogorOne.co.id | Jakarta – Sedikitnya lima pelaut dilaporkan hilang dan 10 lainnya luka-luka setelah sebuah kapal kargo sipil Iran diserang di dekat Selat Hormuz dan Teluk Oman pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Pemerintah Iran menuduh serangan itu dilakukan oleh Amerika Serikat.
Mengutip Anadolu, Sabtu, 9 Mei 2026, Gubernur Distrik Minab di Iran selatan, Mohammad Radmehr, mengatakan kapal tersebut merupakan kapal kargo sipil milik warga Distrik Kolahi, Minab. Kapal dilaporkan terbakar setelah terkena serangan di perairan lepas pantai Distrik Minab.
Menurut Radmehr, terdapat 15 pelaut di atas kapal saat insiden terjadi.
“Para pelaut yang terluka telah dipindahkan ke rumah sakit, sementara kelompok lokal dan tim penyelamat sedang berusaha menentukan nasib para pelaut yang tersisa,” kata dia.
Radmehr menyebut penyerangan terhadap kapal komersial itu sebagai bentuk
“keputusasaan pihak musuh”.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait tuduhan tersebut.
Insiden itu terjadi beberapa hari setelah media Iran melaporkan adanya serangan angkatan laut Amerika Serikat terhadap kapal yang disebut Washington sebagai kapal rudal milik Korps Garda Revolusi Islam Iran di kawasan Selat Hormuz.
Media Iran membantah tuduhan itu dan menyatakan kapal yang diserang merupakan kapal penangkap ikan serta kapal kargo sipil.
Ketegangan di kawasan Selat Hormuz meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia dan kerap menjadi titik rawan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post