BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Puluhan ibu rumah tangga di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, bekerja pemecah batu berukuran besar menjadi material batu split untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah aktivitas pertambangan di wilayah tersebut berhenti beroperasi.
Aktivitas memecah batu atau yang dikenal warga sebagai “meprek batu” terlihat di Kampung Gunung Cabe dan sejumlah kampung lain di Desa Cipinang, Rabu, 17 Juni 2026.
Salah seorang warga, Mimin, 47 tahun, mengatakan pekerjaan tersebut menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya karena suaminya belum memiliki pekerjaan tetap.
“Kami jadi kuli meprek batu untuk mendapatkan uang belanja dapur. Hasilnya memang tidak banyak, tapi bisa membantu suami yang saat ini masih menganggur,” kata Mimin.
Aktivitas memecah batu dilakukan hampir di seluruh RT dan RW di Desa Cipinang. Para ibu rumah tangga bekerja secara berkelompok menggunakan peralatan sederhana.
Kepala Desa Cipinang Mad Hasan mengatakan pekerjaan memecah batu kini menjadi mata pencaharian alternatif bagi banyak warga, terutama perempuan, setelah penutupan usaha pertambangan.
“Di Desa Cipinang ada 34 RT, dan hampir di setiap RT terdapat kelompok ibu-ibu yang bekerja meprek batu. Dalam satu kelompok biasanya berjumlah lebih dari 30 orang,” ujar pria yang akrab disapa Lurah Gayot itu.
Menurut dia, terdapat ribuan ibu rumah tangga di Desa Cipinang yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan memecah batu untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mad Hasan mengatakan pemerintah desa kerap mendatangi para pekerja batu untuk memberikan dukungan moril maupun bantuan kepada warga yang membutuhkan.
“Saya sering datang menemui mereka di lokasi kerja, sekadar berbincang dan berbagi rezeki. Ini bentuk kepedulian kami untuk meringankan beban warga,” katanya.
Ia berharap aktivitas pertambangan yang legal dan sesuai ketentuan dapat kembali beroperasi agar masyarakat memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang lebih layak.
“Saya berharap usaha pertambangan yang legal dan sesuai aturan dapat kembali dibuka. Dengan begitu warga bisa bekerja lagi seperti semula dan memiliki penghasilan yang lebih baik,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post