BogorOne.co.id | Jakarta – Badan Gizi Nasional mulai melakukan penajaman sasaran penerima manfaat atau refocusing program makan bergizi gratis (MBG). Salah satu langkah yang dilakukan ialah menghentikan distribusi MBG ke sekolah yang dinilai mandiri secara finansial.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa telah dicoret dari daftar penerima MBG. Jumlah tersebut disebut masih akan bertambah seiring penyesuaian sasaran program.
“Sampai hari ini, 76 sekolah di Pulau Jawa dengan jumlah penerima manfaat 39.352 siswa juga akan kami efisienkan dengan memfokuskan nantinya anggaran yang tadinya untuk di situ,” kata Agustina dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Agustina, BGN akan memfokuskan program MBG kepada anak-anak yang membutuhkan intervensi pemenuhan gizi.
BGN juga akan mengalihkan distribusi MBG dari sekolah-sekolah tersebut ke sekolah lain, termasuk di wilayah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar. Selain itu, program MBG akan diprioritaskan bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Agustina mengatakan data penerima manfaat masih terus diperbarui sebagai dasar penentuan kebijakan refocusing program.
“Nah, Ibu dan Bapak semuanya, angka di atas masih terus akan kami perbarui. Tadi saya sudah katakan angka itu sementara sampai hari ini. Kami masih terus bekerja untuk memperbarui kualitas data karena data itu sangat penting untuk menjadi dasar bagi kami membuat kebijakan tentang refocusing penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat sejumlah indikator yang digunakan BGN dalam mencoret sekolah dari daftar penerima MBG, antara lain kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, dan akses terhadap pemenuhan gizi.
“Bagi yang secara mandiri bisa memenuhi gizinya karena kondisi-kondisi yang tadi, mungkin secara ekonomi berada di desil yang tinggi, maka tidak akan diberikan program makan bergizi gratis ini,” kata Agustina.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post