BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Aktivis lingkungan sekaligus Wakil Ketua Bidang Lingkungan Himpunan Alumni IPB (HA IPB) Cepi Al Hakim menilai krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor menjadi tanda menurunnya kualitas pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Jawa Barat.
Pandangan itu disampaikan Cepi dalam Rapat Komisi Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Cepi, krisis air yang terjadi di Kecamatan Nanggung, Jasinga, dan Tenjo menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap kawasan tangkapan air di wilayah hulu.
“Kecepatan kerusakan kawasan lindung jauh lebih masif dibandingkan laju rehabilitasinya, karena keuntungan finansial dari eksploitasi lahan lebih memikat daripada nilai konservasi,” kata Cepi dalam forum tersebut.
Ia menilai pengelolaan DAS selama ini masih terlalu menitikberatkan pada aspek biofisik seperti kondisi lereng, jenis tanah, dan curah hujan. Sementara faktor sosial, ekonomi, politik, serta perilaku manusia dalam pemanfaatan lahan belum menjadi perhatian utama.
Cepi mengatakan kerusakan kawasan lindung berlangsung lebih cepat dibandingkan upaya pemulihan lingkungan. Kondisi itu, menurut dia, berdampak langsung terhadap menurunnya kualitas sistem hidrologi di wilayah hulu.
Dalam rapat tersebut, Cepi mendorong DSDA Jawa Barat menerapkan tiga langkah utama untuk memperbaiki tata kelola DAS. Pertama, integrasi hukum dan valuasi ekonomi melalui penetapan deliniasi hulu-hilir sebagai produk hukum yang terhubung dengan Nilai Perolehan Air dan Permukaan (NPAP) serta valuasi air.
Kedua, transformasi pemulihan fisik dengan memprioritaskan perbaikan irigasi teknis dan sistem resapan air dibandingkan rehabilitasi vegetatif semata.
Ketiga, penegakan ekologi sosial dengan mewajibkan pemilik lahan di kawasan hulu menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan wilayah hilir.
“Hulu yang dijaga akan mengalirkan kehidupan, sementara hulu yang dirusak akan mengalirkan bencana. Saya berharap rekomendasi DSDA mampu menyelamatkan petani dan masyarakat yang kini menghadapi krisis air,” ujar Cepi.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post