BogorOne.co.id | Padang – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026), membuat sejumlah kawasan terendam banjir. Sedikitnya 15 titik terdampak, sementara tim gabungan masih berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak genangan tinggi.
Komandan Tim Basarnas Padang Pradinata mengatakan evakuasi masih difokuskan pada wilayah dengan kondisi genangan yang dinilai membahayakan. Menurut dia, curah hujan tinggi membuat debit air di sejumlah kawasan belum sepenuhnya surut.
“Sejumlah lokasi masih dalam proses evakuasi karena genangan air cukup tinggi dan dikhawatirkan membahayakan warga. Tim gabungan terus bergerak untuk mengevakuasi masyarakat yang membutuhkan bantuan,” ujar Pradinata saat melakukan penanganan banjir, Senin (3/8/2026).
Sejumlah wilayah yang masih menjadi prioritas evakuasi antara lain Lubuk Minturun, Sungai Lareh, RT 01 RW 01 Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji, RT 02 RW 06 Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Gunuang Sariak, hingga kawasan RSUD Padang.
Selain wilayah yang masih dalam proses penanganan, banjir juga dilaporkan merendam sejumlah lokasi lain. Di antaranya Perumahan Abi Lumin, Lubuk Timpuruang Guo, Komplek Wahana II Kuranji, kawasan belakang RSI Siti Rahmah Aia Pacah, belakang RSUD Rasyidin Aia Pacah, SDIT Alam AR Royan Bypass Pegambiran, SMP Negeri 27 Sungai Sapih di belakang Kantor Balai Kota Padang, serta beberapa titik di Pasa Lalang dan Sungai Sapiah.
Pradinata mengatakan petugas masih melakukan pemantauan karena hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memperluas wilayah terdampak. Tim gabungan juga disiagakan untuk mengantisipasi adanya warga yang membutuhkan pertolongan.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat terus melakukan pendataan terhadap dampak banjir. Pendataan mencakup jumlah warga terdampak, kondisi infrastruktur, hingga potensi kerugian akibat bencana tersebut.
Hingga Senin malam, personel gabungan dari Basarnas, BPBD Kota Padang, dan sejumlah instansi terkait masih berada di lapangan untuk melakukan evakuasi, pemantauan, serta penanganan darurat. Mereka berupaya mengurangi risiko terhadap keselamatan warga di tengah ancaman banjir yang masih berlangsung.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post