BogorOne.co.id | Jakarta – Kekhawatiran soal gangguan otak dan ginjal pada dua siswa asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG) mereda setelah pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Dokter tidak menemukan gangguan fungsi otak pada Febiona Purba, sedangkan fungsi ginjal Agnesia Paruliana justru menunjukkan perbaikan.
Hasil pemeriksaan itu sekaligus menjadi perkembangan terbaru kondisi kedua siswa yang dirujuk ke RSCM pada pekan lalu. Keduanya kini tidak memerlukan perawatan intensif dan sudah dapat berkomunikasi serta melakukan aktivitas secara mandiri.
Febiona sebelumnya disebut mengalami gangguan fungsi otak setelah diduga mengalami keracunan. Tim dokter RSCM kemudian melakukan pemeriksaan neurologis, pemeriksaan fisik, wawancara, serta electroencephalography (EEG) untuk menilai aktivitas listrik dan fungsi otaknya.
Hasilnya, dokter tidak menemukan gangguan fungsi otak maupun masalah organik pada otak Febiona.
“Pemeriksaan dilakukan melalui wawancara dengan pasien, pemeriksaan fisik dan neurologi, serta pemeriksaan penunjang EEG untuk menilai perkembangan fungsi otak,” kata Dr Renan Sukmawan kepada wartawan, Kamis, 17 September 2026.
Subspesialis Neurologi RSCM, Prof Setyo Handryastuti, mengatakan keluhan Febiona berkaitan dengan episode kejang yang terjadi sesaat. Namun, pemeriksaan tidak menunjukkan adanya gangguan organik pada otaknya.
“Dari pemeriksaan fisik dan neurologi serta hasil EEG, tidak ditemukan gangguan fungsi otak. Hasil pemeriksaan juga tidak menunjukkan adanya masalah organik pada otak,” ujar Setyo.
Sementara itu, kekhawatiran terhadap kondisi ginjal Agnesia juga berangsur mereda. Subspesialis Nefrologi RSCM, Dr Henny Adriani Puspitasari, mengatakan evaluasi berkala menunjukkan fungsi ginjal Agnesia terus membaik.
“Kondisi Agnesia saat ini semakin membaik. Dari hasil evaluasi berkala, fungsi ginjalnya menunjukkan perkembangan yang baik,” kata Henny.
Kondisi psikologis kedua siswa turut dipantau selama menjalani perawatan. Divisi Psikiatri Anak dan Remaja RSCM menilai kemampuan memori jangka pendek dan jangka panjang keduanya dalam kondisi baik.
“Kondisi pasien saat ini sudah membaik. Kemampuan memori jangka pendek maupun jangka panjang juga dinilai baik,” ujar Prof Dr dr Tjhin Wiguna, SpKJ.
Dengan perkembangan tersebut, kedua siswa dinilai tidak membutuhkan perawatan di ruang intensif. Jika kondisi mereka tetap stabil, tim dokter merekomendasikan Febiona dan Agnesia kembali ke daerah asal untuk melanjutkan pemantauan melalui layanan rawat jalan.
Namun, hasil pemeriksaan tersebut belum menjawab penyebab awal gangguan kesehatan yang dialami keduanya. Kondisi Febiona dan Agnesia sebelumnya diduga berkaitan dengan kejadian setelah mengonsumsi MBG.
Kaitan antara konsumsi makanan tersebut dan gangguan kesehatan kedua siswa masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post