BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Hujan yang mengguyur Kota Bogor sempat membuat Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa meningkat 10 sentimeter. Namun, kenaikan itu hanya berlangsung singkat dan tidak berdampak pada peningkatan debit air secara signifikan.
Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan kenaikan TMA terjadi pada Senin malam, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam waktu kurang dari dua jam, ketinggian air kembali turun hingga normal.
“Kemarin ada kenaikan 10 sentimeter di pukul 22.00 WIB sampai dini hari, tapi paginya sudah kembali 0 sentimeter,” kata Alwan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Menurut Alwan, cepatnya penurunan muka air terjadi karena hujan yang turun di wilayah hulu Sungai Ciliwung tidak memiliki intensitas tinggi. Selain itu, hujan juga tidak turun secara merata di kawasan hulu.
“Di wilayah hulunya hujan hanya gerimis-gerimis saja, tidak terlalu tinggi curah hujannya, ditambah tidak merata,” ujarnya.
Alih-alih meningkatkan pasokan air, hujan singkat tersebut belum mampu mengatasi persoalan kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah di Kota Bogor. Beberapa kawasan masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumber mata air dan sumur warga mengering.
Salah satunya terjadi di Kampung Situ Bereum, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Barat. Sebanyak 15 kepala keluarga terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan 4.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Kemarin kami mengirimkan 4.000 liter air bersih ke wilayah Bojongkerta. Sumber mata air dan sumur warga sudah kering,” kata Dimas.
Ia mengatakan BPBD Kota Bogor masih melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama kondisi sumber air warga belum kembali normal.
“Sekarang kami fokus menyelesaikan kekeringan, sembari memantau kondisi cuaca karena khawatir terjadi bencana,” ujar Dimas.
Kondisi tersebut menunjukkan hujan yang turun belum menjadi tanda berakhirnya musim kering di Bogor. Pemerintah daerah masih harus bersiaga menghadapi ancaman kekurangan air bersih di sejumlah permukiman warga.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post