• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, Agustus 29, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home PERISTIWA

13 Hari Pascagempa, 1.479 Warga Manggarai Masih Bertahan di Pengungsian

Redaksi by Redaksi
29 Agustus 2026
in PERISTIWA
0
Manggarai

13 Hari Pascagempa, 1.479 Warga Manggarai Masih Bertahan di Pengungsian. Foto : Dok, beritasatu.com

33
SHARES
33
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Ruteng – Sebanyak 1.479 warga atau 393 keluarga di Desa Barang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di pengungsian hingga hari ke-13 setelah gempa mengguncang wilayah Flores.

Warga yang mengungsi kini membutuhkan tambahan bahan pangan bergizi dan tenda yang lebih layak. Sebagian belum berani kembali ke rumah karena bangunan mengalami kerusakan dan mereka masih khawatir terhadap gempa susulan.

Para pengungsi tersebar di dua posko utama di Dusun Barang dan Dusun Nundang. Sebagian lainnya menempati posko mandiri yang dibangun masyarakat.

Data Posko Tanggap Darurat Bencana Desa Barang mencatat 183 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 75 rumah masuk kategori rusak berat, 47 rusak sedang, dan 61 rusak ringan.

BERITA LAINNYA

pembunuhan

Delapan Bulan Berlalu, Terduga Pembunuh Guru di Gunung Putri Belum Tertangkap

29 Agustus 2026
racun tikus

Usai Diduga Hantam Istri dengan Palu, Pria di Pangandaran Tenggak Racun Tikus

29 Agustus 2026
ayam bangkok

Pencuri Enam Ayam Bangkok di Parung Ditangkap Warga

28 Agustus 2026
Kapolsek Citeureup Komisaris Eddy Santosa

Polisi Selidiki Kematian Pemuda di Citeureup Seusai Bentrokan

28 Agustus 2026

Salah seorang warga Dusun Barang, Adrianus Paju, mengatakan keluarganya belum dapat kembali ke rumah karena kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati.

“Rumah kami rusak parah, tidak bisa lagi dihuni. Makanya kami masih bertahan di posko pengungsian,” kata Adrianus, Jumat (28/8/2026).

Pejabat sementara Kepala Desa Barang Patrisius Sunardi mengatakan kebutuhan logistik di lokasi pengungsian masih cukup besar. Selain makanan dan minuman, warga membutuhkan tempat tinggal sementara yang lebih memadai.

“Sejak hari pertama sampai saat ini, kami kekurangan logistik bahan makanan dan minuman. Termasuk masih banyak warga yang tinggal di tenda pengungsian darurat,” ujar Patrisius.

Pemerintah Kabupaten Manggarai telah mengirim tambahan tenda melalui Posko Tanggap Darurat Bencana. Namun, bantuan tersebut belum sebanding dengan jumlah warga yang masih mengungsi.

Menurut Patrisius, desa baru menerima lima unit tenda. Jumlah tersebut dinilai minim untuk menampung ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian.

“Tadi kami sudah mendapatkan tenda dari BPBD Kabupaten Manggarai. Tenda yang ada ini kami dapat lima unit. Ini sangat minim kalau dibandingkan dengan jumlah pengungsi,” katanya.

Pengungsi Butuh Protein

Bantuan untuk warga terdampak sebenarnya telah datang dari sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah, perorangan, partai politik, hingga kelompok masyarakat. Namun, kebutuhan pengungsi selama masa darurat masih belum seluruhnya terpenuhi.

Patrisius mengatakan warga tidak hanya membutuhkan beras, tetapi juga makanan yang mengandung protein dan sayuran.

“Kami sangat membutuhkan asupan protein seperti telur, ikan, dan sayur. Selama ini kami konsumsi sayur daun ubi, tetapi karena kemarau berkepanjangan, sekarang kami kesulitan,” ujarnya.

Kebutuhan khusus juga diperlukan bagi kelompok rentan, seperti bayi, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan penyandang disabilitas.

Pemerintah Kabupaten Manggarai memperpanjang masa tanggap darurat gempa selama 14 hari. Perpanjangan dilakukan setelah masa tanggap darurat tahap pertama berakhir pada Jumat (28/8/2026).

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Kondisi warga yang masih membutuhkan bantuan dan belum dapat kembali ke rumah menjadi salah satu pertimbangan pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat.

Faktor psikologis juga menjadi perhatian. Sebagian warga masih mengalami trauma dan memilih bertahan di tenda karena belum merasa aman kembali ke rumah.

Pada tahap kedua tanggap darurat, pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga, pendataan dan pemetaan kerusakan, serta perlindungan bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian.

Pemerintah juga akan mempercepat penyediaan hunian sementara sembari menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak gempa.

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

pembunuhan
BOGOR RAYA

Delapan Bulan Berlalu, Terduga Pembunuh Guru di Gunung Putri Belum Tertangkap

29 Agustus 2026
racun tikus
PERISTIWA

Usai Diduga Hantam Istri dengan Palu, Pria di Pangandaran Tenggak Racun Tikus

29 Agustus 2026
ayam bangkok
BOGOR RAYA

Pencuri Enam Ayam Bangkok di Parung Ditangkap Warga

28 Agustus 2026
Kapolsek Citeureup Komisaris Eddy Santosa
BOGOR RAYA

Polisi Selidiki Kematian Pemuda di Citeureup Seusai Bentrokan

28 Agustus 2026
aksi unjuk rasa
PERISTIWA

Satpol PP dan Massa Aksi Terlibat Kericuhan di Depan DPR

27 Agustus 2026
kartu atm
PERISTIWA

Protes Rekening Botok, Warga Depok Bakar Kartu ATM

26 Agustus 2026
Next Post
Aryanto Misel

Aryanto Misel dan Bola Pemadam Api dari Kulit Singkong

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Mantaf! Bupati Bogor Rudy Susmanto Tuntaskan 516 KM Jalan Dalam Setahun

Mantaf! Bupati Bogor Rudy Susmanto Tuntaskan 516 KM Jalan Dalam Setahun

19 Februari 2026
Upaya Mengurangi Tawuran Pelajar di Kota Bogor

Upaya Mengurangi Tawuran Pelajar di Kota Bogor

16 Maret 2022
UTBK

Hore! Pengumuman UTBK SNBT 2025 Sudah Bisa Diakses, Simak Link-nya

28 Mei 2025
PFI Bogor

10 Tahun Berkarya, PFI Bogor Pamerkan 224 Foto Cerita Kota dan Kabupaten

22 September 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In