BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor masih memiliki tiga jabatan Eselon II yang kosong setelah melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama, Kamis, 1 Oktober 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pengisian tiga posisi tersebut masih berlangsung melalui tahapan asesmen dan seleksi terbuka.
Rudy mengatakan pengisian jabatan pimpinan tinggi tidak bisa dilakukan hanya melalui pelantikan. Pemerintah Kabupaten Bogor harus menjalani sejumlah tahapan sesuai ketentuan, termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan meminta persetujuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kalau hanya sekadar melantik, tentu kami tidak bisa melakukan hal seperti itu. Ketentuan peraturan perundang-undangan harus kami tempuh,” kata Rudy seusai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Gedung Serbaguna I, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kamis.
Lima pejabat Eselon II dilantik dalam agenda tersebut. Adapun tiga jabatan lainnya masih dalam proses asesmen dan seleksi terbuka.
Menurut Rudy, mekanisme seleksi terbuka diterapkan untuk memastikan pejabat yang terpilih memiliki kemampuan dan potensi sesuai dengan kebutuhan organisasi. Proses tersebut juga melibatkan sejumlah unsur, termasuk akademisi dan praktisi.
“Pelantikan hari ini mulai dari jabatan Eselon II, Eselon III, Eselon IV, hingga jabatan kepala seksi dan tim. Seluruhnya kami lakukan melalui proses seleksi secara terbuka,” ujarnya.
Rudy mengatakan proses wawancara dalam seleksi melibatkan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, BKPSDM, DPRD Kabupaten Bogor, serta unsur praktisi dan akademisi. Hasil penilaian dari seluruh tahapan kemudian dikompilasi untuk menentukan kandidat yang dinilai sesuai dengan jabatan yang tersedia.
Setelah hasil seleksi ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Bogor tetap harus memperoleh persetujuan BKN sebelum pelantikan dilakukan.
“Setelah menentukan hasil seleksi, tentunya seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan tetap kami tempuh. Salah satunya adalah meminta persetujuan dari BKN. Setelah persetujuan dari BKN terbit, barulah kami melaksanakan pelantikan,” kata Rudy.
Selain jabatan pimpinan tinggi, Rudy mengatakan posisi camat di Kabupaten Bogor saat ini telah terisi. Sementara sejumlah jabatan sekretaris camat dan sekretaris dinas masih dalam proses pengisian karena terdapat pejabat yang memasuki masa pensiun.
Rudy menilai seleksi terbuka memberikan kesempatan kepada ASN di berbagai tingkatan untuk menunjukkan kemampuan dan gagasannya. Kesempatan tersebut, kata dia, terbuka bagi ASN di perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Seluruh aparatur sipil negara, baik yang berada di perangkat daerah, tingkat kecamatan, maupun kelurahan, memiliki kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan, ide, serta gagasannya,” tuturnya.
Ia mengatakan pengisian jabatan dilakukan berdasarkan hasil penilaian terhadap kemampuan dan potensi ASN. Rudy menyebut sebagian besar ASN yang dilantik pada Kamis bukan orang yang dikenalnya secara pribadi.
“Sebanyak 98 persen yang dilantik hari ini tidak kami kenal secara pribadi. Namun, kami melihat bahwa orang-orang tersebut memiliki kemampuan dan potensi,” ujarnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post