BogorOne.co.id | Jakarta – Persaingan kerja kian ketat, terutama bagi lulusan baru. Laporan majalah daring Intelligent pada 2024 mencatat, sebanyak 38 persen perusahaan cenderung menghindari merekrut fresh graduate.
Survei Mary Christie Institute yang dikutip Forbes juga menunjukkan bahwa dua dari lima lulusan baru merasa pendidikan tinggi yang mereka tempuh belum cukup memadai untuk menghadapi dunia kerja, baik secara emosional maupun mental.
Kondisi ini diperburuk dengan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang turut mempersempit lapangan kerja di berbagai sektor.
Di tengah tantangan tersebut, pemilihan jurusan kuliah menjadi semakin penting. Data dari Federal Reserve Bank of New York menunjukkan bahwa tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi di Amerika Serikat naik dari 4,6 persen menjadi 5,8 persen pada Maret 2024.
Berikut daftar 10 jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran tertinggi:
- Antropologi – 9,4 persen
- Fisika – 7,8 persen
- Teknik komputer – 7,5 persen
- Seni komersial dan desain grafis – 7,2 persen
- Seni rupa – 7 persen
- Sosiologi – 6,7 persen
- Ilmu komputer – 6,1 persen
- Kimia – 6,1 persen
- Sistem informasi dan manajemen – 5,6 persen
- Kebijakan publik dan hukum – 5,5 persen
Sementara itu, berikut 10 jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran terendah:
- Ilmu gizi – 0,4 persen
- Layanan konstruksi – 0,7 persen
- Ilmu hewan dan tumbuhan – 1 persen
- Teknik sipil – 1 persen
- Pendidikan khusus – 1 persen
- Pertanian – 1,2 persen
- Pendidikan anak usia dini – 1,3 persen
- Teknik penerbangan – 1,4 persen
- Kebidanan – 1,4 persen
- Ilmu kebumian – 1,5 persen
Para calon mahasiswa diimbau untuk mempertimbangkan jurusan kuliah secara cermat agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja di masa depan.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post