BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade menargetkan qori dan qoriah asal Kabupaten Bogor mampu menembus kompetisi internasional. Ia meminta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) menjadi ajang pembinaan untuk mencetak generasi berprestasi yang tidak hanya bersaing di tingkat daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama Indonesia di luar negeri.
Harapan itu disampaikan Jaro Ade saat menghadiri pembukaan MTQ ke-48 tingkat Kabupaten Bogor di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurut dia, Kabupaten Bogor memiliki modal besar untuk melahirkan qori dan qoriah berkualitas. Keberadaan pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang tersebar di berbagai kecamatan dinilai menjadi potensi yang perlu dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.
Jaro Ade berharap MTQ ke-48 dapat menjadi wadah untuk menjaring sekaligus mengasah kemampuan generasi muda dalam seni baca Al-Qur’an. Peserta terbaik nantinya diharapkan mewakili Kabupaten Bogor dalam MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2027.
Namun, ia mengingatkan agar target prestasi tidak berhenti di tingkat provinsi maupun nasional. Pemerintah daerah, kata dia, perlu mendorong peserta potensial agar mampu bersaing di panggung internasional.
Untuk memastikan hasil perlombaan sesuai dengan kemampuan peserta, Jaro Ade meminta dewan hakim menjalankan tugas secara profesional dan amanah. Penilaian yang objektif diperlukan agar peserta terbaik dari setiap kategori dapat terpilih.
“Kita berpesan untuk hakim bisa menjalankan tugas amanah sebaik-baiknya, sehingga nanti para kafilah yang ikut dalam kegiatan dari beberapa kategori sehingga menghasilkan qori dan qoriah yang baik,” ujarnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Ia juga mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan MTQ ke-48. Kondisi cuaca yang mendukung turut membantu kelancaran pelaksanaan pembukaan ajang tersebut.
Di luar prestasi keagamaan, Jaro Ade menyoroti pentingnya peningkatan kualitas generasi muda dari sisi pendidikan dan ekonomi. Menurut dia, penguatan keimanan dan ketakwaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan.
Persoalan pengangguran, kata dia, masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Generasi muda diharapkan memiliki kesempatan kerja sekaligus memperoleh pembinaan keagamaan yang baik.
“Jadi anak-anak muda juga bisa bekerja, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, untuk terus beribadah. Kalau ekonominya kuat, keimanannya juga kuat, itu kan lebih mantap,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan MTQ, Jaro Ade berharap Kabupaten Bogor tidak hanya menghasilkan peserta berprestasi dalam seni baca Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan generasi muda yang unggul dalam pendidikan, mandiri secara ekonomi, serta memiliki landasan keagamaan yang kuat.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post