BogorOne.co.id | Kota Bogor – Banyaknya aksi Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh pihak-pihak perseorangan membuat para pedagang di Pasar Bogor mengeluh karena merugi. Menutut pedagang, jumlah permintaan uang yang dilakukan orang mengaku pemilik jalur bervariasi, mulai Rp5 ribu hingga Rp20 ribu.
Sebenarnya, informasi soal pungli bergentayangan beraksi di kawasan Pasar Bogor sudah terjadi sangat lama, tetapi pedagang tidak berani melaporkan kepada pihak berwajib karena merasa terancam kehilangan mata pencaharian.
Pedagang berinisial RS, mengaku bahwa setiap hari bisa sampai 10 kali ditagih pungutan oleh orang-orang yang mengatakan pemilik jalur (Preman-red). Permintaan pungli bervariasi, ada yang minta Rp5 ribu, Rp10 ribu, bahkan Rp20 ribu.
“Kalau dihitung bisa sampai 10 orang yang minta uang, totalnya sampai Rp50 ribu, bahkan bisa lebih dari itu. Permintaan uang itu tidak ada retribusi apapun, katanya untuk uang jalur,” ungkap kemarin.
Diakuinya, orang-orang yang melakukan pungli beraksi antara pukul 03.00 dini hari hingga pagi pukul 06.00 WIB. Apabila pedagang tidak memberikan, maka diancam tidak boleh berjualan lagi. “Kita diancam kalau tidak memberikan uang,” jelas dia.
Selain RS, pedagang lainnya, UN yang berjualan di lantai dasar Pasar Bogor menuturkan, bahwa aksi pungli sudah berjalan lama dan pedagang semua ketakutan karena peminta pungli selalu membawa senjata tajam (Sajam).
Menurut dia, ada sekitar 300 orang pedagang yang selalu dimintai pungutan, ada yang setiap hari rutin, ada yang harus membayar setiap minggu, bahkan ada yang harus bayar satu bulan sekali.
“Kalau setiap hari bisa sampai Rp50 ribu, tapi mereka juga meminta uang mingguan antara Rp200 sampai Rp300. Ada juga yang diminta uang bulanan Rp1 juta untuk satu tempat berjualan. Pedagang semua sudah menjerit karena kondisi sedang susah, jualan juga sepi, tapi setiap hari marak pungli,” tuturnya.
Bahkan banyak pedagang yang akhirnya gulung tikar karena bangkrut tidak memiliki uang untuk modal berjualan. “Pedagang banyak yang bangkrut karena tidak bisa jualan lagi, akibat maraknya pungli. Pendapatan dari hasil jualan belum jelas, tapi pungli setiap hari terus jalan, gimana mau jualannya,” kata dia.
Para pedagang berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk memberantas pungli yang meresahkan para pedagang. “Kami berharap polisi memberantas pungli dan premanisme di pasar, karena sudah merugikan dan meresahkan pedagang,” harapnya.
Terpisah, Dirut Perumda Pasar Oakuanr Jaya, Muzakkir mengaku bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan soal pungli di Pasar Bogor. Ia memastikan bahwa pungli yang dikatakan pedagang terjadi diluar Pasar Bogor.
“Kalau pungli terjadi di dalam Pasar Bogor, tentu sudah ditindak tegas oleh petugas Unit Pasar Bogor dilapangan dan ditangkap pelakunya. Jadi saya juga belum mendapatkan laporan soal pungli itu, terjadi di dalam pasar atau diluar pasar,” ucapnya.
Muzakkir juga meminta kepada para pedagang, apabila ada permintaan pungutan dilakukan bukan oleh petugas unit dari PPJ, untuk segera melaporkan ke petugas.
“Informasi ini akan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan, kami berharap pedagang melaporkan apabila ada pungutan yang tidak resmi. Kalau pungutan itu terjadi ke PKL, bisa melaporkan ke Satpol PP dan pihak kepolisian,” tegasnya.
Ditempat berbeda, Ketua Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber-Pungli) Polresta Bogor Kota AKBP Arsal Sahban mengaku, pihaknya akan merespon setiap persoalan yang ada dikalangan masyarakat, termasuk adanya dugaan pungli di Pasar Bogor.
“Kami akan selalu respon, kami menunggu laporan. Bagi korban yang merasa dirugikan silahkan bikin laporan, biar kasusnya kami ungkap dan pelakunya kami tangkap,” tandas pria yang juga Wakapolresta Bogor Kota itu. (Fry | Gie)






























Discussion about this post