• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, Juni 26, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Amnesty Kritik Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

Redaksi by Redaksi
26 Juni 2026
in NASIONAL
0
Amnesty International Indonesia

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. Foto : Dok. Amnesty International.

34
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Jakarta – Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah membatalkan rencana pelibatan taruna akademi militer (Akmil) dalam program pembentukan karakter di Sekolah Rakyat. Organisasi hak asasi manusia itu menilai kebijakan tersebut berpotensi memperluas militerisasi di ruang pendidikan sipil.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengatakan keterlibatan taruna Akmil dalam pendidikan sipil menunjukkan semakin luasnya pelibatan militer di luar fungsi pertahanan.

“Ini adalah bukti semakin meluasnya militerisasi ruang sipil di Indonesia. Pemerintah menutup mata terhadap kritik kebijakan pelibatan tentara dalam program pemerintah di luar urusan pertahanan,” kata Usman dalam keterangan tertulis, Jumat, 26 Juni 2026.

Usman menyinggung insiden meninggalnya tiga warga sipil saat mengikuti latihan dasar kemiliteran untuk calon pengurus koperasi desa Merah Putih dan kampung nelayan. Menurut dia, peristiwa itu seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah agar tidak memperluas pendekatan militer dalam program sipil.

BERITA LAINNYA

Akselerasi Pusat Finansial Global, SMSI Siap Gelar Serial FGD Ekosistem PFII di Bali

Akselerasi Pusat Finansial Global, SMSI Siap Gelar Serial FGD Ekosistem PFII di Bali

26 Juni 2026
penganiiayaan

Korban Penganiayaan di Bandung Diduga Ditato Paksa oleh Pelaku

24 Juni 2026
taufik hidayat

Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiayaan Pacar Ditangkap di Majalaya

24 Juni 2026
mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah

KPK Periksa Eks Dirjen PHU Hilman Latief dalam Kasus Kuota Haji

24 Juni 2026

Amnesty menilai ruang pendidikan harus menjadi lingkungan netral bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bernalar, dan menyampaikan pendapat secara bebas. Karena itu, alasan pembentukan karakter dan kedisiplinan dinilai tidak cukup untuk membenarkan pendekatan militer di sekolah.

Menurut Usman, sistem pendidikan militer dibangun melalui komando, hierarki ketat, dan kepatuhan terhadap atasan. Karakter tersebut berbeda dengan pendidikan sipil yang menekankan kemerdekaan berpikir, dialog, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Bagaimana mungkin anak-anak bisa belajar berpikir kritis jika ekosistem belajarnya menggunakan pendekatan pendidikan militer yang mengutamakan kepatuhan, kekuatan, dan bahkan kekerasan?” ujar dia.

Amnesty juga menyoroti sasaran program yang ditujukan kepada siswa Sekolah Rakyat, yakni anak-anak dari keluarga prasejahtera. Organisasi itu menilai keberadaan taruna Akmil di lingkungan sekolah berpotensi menciptakan relasi kuasa yang tidak seimbang terhadap kelompok rentan.

Menurut Amnesty, anak-anak lebih membutuhkan pendekatan pendidikan yang mengedepankan empati, penghormatan terhadap martabat manusia, serta motivasi dibanding pendekatan yang berorientasi pada kepatuhan ala militer.

Usman mengatakan Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi Indonesia menegaskan pendidikan harus diarahkan pada pengembangan kepribadian, bakat, kemampuan mental dan fisik, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan dasar.

Atas dasar itu, Amnesty mendesak pemerintah meninjau ulang sekaligus membatalkan rencana tersebut. Organisasi itu meminta pemerintah memprioritaskan pendidikan yang memperkuat nilai universal hak asasi manusia dan identitas peserta didik sebagai warga sipil.

“Dominasi militer di ruang sipil, termasuk di pemerintahan, tidak pernah menjadi jalan keluar bagi perbaikan kinerja pemerintah maupun pengentasan kemiskinan. Jangan sampai siswa-siswi Sekolah Rakyat menjadi korban selanjutnya,” kata Usman.

Sebelumnya, Kementerian Sosial bersama TNI menyiapkan program pembentukan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat yang dijadwalkan dimulai pada awal Agustus 2026. Dalam program tersebut, sekitar 1.000 taruna Akmil tingkat I dan II akan ditempatkan di 178 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Masing-masing sekolah akan didampingi lima taruna untuk memberikan materi kedisiplinan, termasuk kerapian pakaian dan pengelolaan asrama.

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

Akselerasi Pusat Finansial Global, SMSI Siap Gelar Serial FGD Ekosistem PFII di Bali
NASIONAL

Akselerasi Pusat Finansial Global, SMSI Siap Gelar Serial FGD Ekosistem PFII di Bali

26 Juni 2026
penganiiayaan
NASIONAL

Korban Penganiayaan di Bandung Diduga Ditato Paksa oleh Pelaku

24 Juni 2026
taufik hidayat
NASIONAL

Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiayaan Pacar Ditangkap di Majalaya

24 Juni 2026
mantan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah
NASIONAL

KPK Periksa Eks Dirjen PHU Hilman Latief dalam Kasus Kuota Haji

24 Juni 2026
Sufmi Dasco Ahmad
NASIONAL

Dasco Klaim Pemadaman Listrik Bergilir Tak Terulang dalam Waktu Dekat

24 Juni 2026
korban penyekapan
NASIONAL

Kondisi Korban Penyekapan Tiga Tahun di Bandung Membaik, Polisi Buru Tersangka

23 Juni 2026
Next Post
Charles Honoris

Charles Honoris Nilai Usulan MBG untuk Penderita TBC Tidak Realistis

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Sinergi Lintas Sektor, Perumda Tirta Pakuan Sokong Rencana PSEL Bogor Raya

Sinergi Lintas Sektor, Perumda Tirta Pakuan Sokong Rencana PSEL Bogor Raya

10 Juni 2026

Pedal power sees Amy complete world toughest cycle challenge

3 Agustus 2020
truk tangki Pertamina

Truk Tangki Pertamina Hilang Kendali di Tanjakan Gardu Cilame, Sopir Ungkap Penyebabnya

5 September 2025
Melody Fest 2026

Pemandangan Kelas Dunia di Desa Malasari, Bakal Diserbu Rombongan Pelajar

14 September 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In